Detail Cantuman

Image of Studi Keberlanjutan Longyam Sebagai Sistem Pertanian Terpadu (Studi Kasus Di Desa Sekarwangi, Sumedang, Jawa Barat)

 

Studi Keberlanjutan Longyam Sebagai Sistem Pertanian Terpadu (Studi Kasus Di Desa Sekarwangi, Sumedang, Jawa Barat)


STUDI KEBERLANJUTAN LONGYAM SEBAGAI
SISTEM PERTANIAN TERPADU

(STUDI KASUS DI DESA SEKARWANGI, SUMEDANG, JAW A BARA T)

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700239333.72 Sar s/R.25.191Perpustakaan Pusat (REF.191)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.72 Sar s/R.25.191
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;168 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.72 Sar s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • STUDI KEBERLANJUTAN LONGYAM SEBAGAI
    SISTEM PERTANIAN TERPADU

    (STUDI KASUS DI DESA SEKARWANGI, SUMEDANG, JAW A BARA T)

    Dita Indah Permata Sari

    ABSTRAK

    Longyam atau balong hayam adalah salah satu model pertanian terpadu yang
    menggabungkan sektor peternakan terutama peternakan ayam dengan perikanan
    yang dapat mewujudkan pertanian berkelanjutan. Model ini sangat mendapat
    pengaruh dan mempengaruhi lingkungan atau sistem disekitarnya. Penelitian ini
    bertujuan untuk menganalisis praktek kegiatan longyam dan keberlanjutannya
    sebagai sistem pertanian terpadu ditinjau dari prinsip keberlanjutan yang meliputi
    aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini telah dilaksanakan di
    Laboratorium Riset dan Pengujian Fakultas Peternakan Unpad, Laboratorium
    Akuatis Pascasarjana Ilmu Lingkungan Unpad, Laboratorium Penelitian dan
    Pelayanan-Jurusan Kimia, dan Laboratorium Pengujian Bidang Lingkungan
    Pemukiman Kementrian Pl.I. Pengambilan sampel air dan ikan dilakukan di Desa
    Sekarwangi, Kecamatan Buah Dua, Sumedang, Jawa Barat. Rancangan yang
    digunakan adalah rancangan campuran, yaitu less kualitatif dan dominant
    kuantitatif Penelitian keberlanjutan longyam sebagai sistem pertanian terpadu
    menggunakan analisis deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan suhu air tertinggi
    adalah 26°C, DO tertinggi adalah 7,3 mg/l, pH tertinggi adalah 8,07, kandungan
    amonia tertinggi adalah 0,68 mg/l, nitrit tertinggi adalah 0,001 mg/l, nitrat
    tertinggi adalah 1,68 mg/l, kandungan timbal pada air kolam tertinggi adalah 0,07
    mg/l, protein ikan tertinggi adalah 19,62%, dan cemaran logam berat dalam
    daging ikan tertinggi adalah 0,48 mg/kg. Daging ikan yang dipelihara dengan
    longyam tidak mengandung antibiotik. Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan
    longyam layak untuk dijalankan (BCR > 1 (1,27), NPV > 0(237.675.831,82), dan
    IRR> tingkat suku bunga (41,22%)). Hasil penelitian juga menunjukkan ayam
    dan ikan memiliki produktivitas tinggi, sehingga memberikan keuntungan yang
    lebih tinggi, tingkat kesuburan kolam sedang, air kolam longyam tergolong tidak
    tercemar, dan longyam berperan dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani
    yang tidak menggangu masyarakat disekitar baik kesehatannya maupun
    kenyamanannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa praktek
    kegiatan longyam di Desa Sekarwangi dapat berkelanjutan secara ekonomi, sosial,
    dan lingkungan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi