Detail Cantuman

Image of Analisis Materi Dan Energi Pada Sistem Produksi Komoditas Jagung (Suatu Kasus Pada lahan kering Di Desa Ciherang Kecamatan nagrek, Kabupaten Bandung)

 

Analisis Materi Dan Energi Pada Sistem Produksi Komoditas Jagung (Suatu Kasus Pada lahan kering Di Desa Ciherang Kecamatan nagrek, Kabupaten Bandung)


Penelitian aliran materi dan energi pada sistim produksi komoditas jagung
ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran sumber daya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700001333.7 Sin a/R.25.135Perpustakaan Pusat (REF.135)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Sin a/R.25.135
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    ix,; 67 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Sin a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian aliran materi dan energi pada sistim produksi komoditas jagung
    ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peran sumber daya hayati lokal
    sebagai material dasar dalam masukkan energi bagi sistem produksi komoditas
    jagung, mengetahui efisiensi , dan ratio energi yaitu perbandingan energi
    output terhadap energi input pada sistem produksi tanaman jagung .

    Penelitian dilakukan pada lahan kering yang menerapkan berbagai variasi
    sistem pemberian surnberdaya input pada produksi komoditas jagung .
    Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan metoda observasi kuesioner
    dan wawancara. Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer yaitu
    sumberdaya input yang digunakan petani se lama satu kali tanam dan surnberdaya
    output satu kali panen.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Desa Ciherang Garut
    telah menggunakan pupuk organik 25 % pad a pertanaman jagung ,
    menggunakan campuran pupuk organik dan anorganik 50%, dan pupuk
    anorganik 25%. Dari analisis data mengenai materi dan energi, hasil produksi
    menggunakan pupuk organik lebih besar. Hal tersebut dilihat dari rasio energi
    terbesar berturut - turut untuk pupuk organik, pupuk campuran organik dan
    anorganik, pupuk anorganik adalah 29,95: 23,49 :27,95. Petani yang telah
    menggunakan pupuk organik ternyata ingin menggunakan pupuk organik untuk
    seterusnya, karena mereka telah merasakan manfaatnya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi