Detail Cantuman

Image of ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYEDIAAN DAN PEMANFAATAN BIOETANOL DALAM PROGRAM DESA MANDIRI ENERGI

 

ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYEDIAAN DAN PEMANFAATAN BIOETANOL DALAM PROGRAM DESA MANDIRI ENERGI


ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN
PENYEDIAAN DAN PEMANFAATAN BIOETANOL
DALAM PROGRAM DESA MANDIRI ENERGI
Studi Kasus di Desa ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700057333.7 Mus a/R.25.87Perpustakaan Pusat (REF.87)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Mus a/R.25.87
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii,;147 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Mus a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN
    PENYEDIAAN DAN PEMANFAATAN BIOETANOL
    DALAM PROGRAM DESA MANDIRI ENERGI
    Studi Kasus di Desa Cibunar Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut

    ABSTRAK

    Pemerintah Indonesia telah menetapkan strategi untuk meningkatkan penyediaan
    dan penggunaan bahan bakar nabati, salah satunya adalah dengan mengembangkan
    program Desa Mandiri Energi (DME). Mesipun jurnlah DME meningkat (KESDM,
    2008) namun pada kenyataannya program DME masih menghadapi berbagai kendala.
    Salah satu contoh kasus kegagalan program DME berbasis bioetanol terjadi di Desa
    Cibunar Kecamatan Cibatu, Garut, Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan berhentinya
    produksi bioetanol yang menunjukkan bahwa implementasi kebijakan bioetanol dalam
    program tersebut tidak berjalan sesuai seperti yang diharapkan.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan interaksi antar aktor dalam
    program melalui karakteristik setiap kelompok aktor; menjelaskan faktor dominan
    diantara karakteristik-karakteristik aktor yang menyebabkan kegagalan implementasi
    kebijakan bioetanol dalam pelaksanaan program; dan menghasilkan rekomendasi­
    rekomendasi untuk memperbaiki pelaksanaan program. Metode studi kasus digunakan
    sebagai strategi penelitian dengan contextual interaction theory (CIT) sebagai dasar
    kerangka teoretis (Bressers, 2007). Data kualitatif dan kuantitatif dikumpulkan dengan
    wawancara mendalam, penyebaran kuesioner dan studi literatur.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi implementor bemilai
    positif dengan skor 0.71. Nilai yang tinggi untuk karakter implementor juga dihasilkan
    pada variabel informasi yakni 0.70 dari skor maksimal 1.00. Di sisi lain aktor target
    menunjukkan nilai negatif untuk variabel motivasi yakni -0.25 dan nilai yang rendah
    untuk variabel informasi yakni 0.30. Variabel kekuatan untuk implementor adalah 0.73,
    sementara untuk target adalah 0.25. Dengan dernikian perbedaan skor kekuatan antara
    kedua kelompok aktor tersebut adalah 0.48, menunjukkan bahwa dorninasi kekuatan
    masih dipegang oleh pemerintah sebagai implementor. Berdasarkan CIT, interaksi yang
    terjadi pada aktor-aktor dalam program DME di Desa Cibunar adalah kooperasi dengan
    tekanan. Hasil respon negatif terhadap program menunjukkan variabel kekuatan sebagai
    faktor yang paling menyebabkan kegagalan program. Skor untuk motivasi, informasi dan
    kekuatan dalam kontribusinya terhadap kegagalan program berturut-turut 1.54, 1.48 dan
    1.75. Untuk memperbaiki implementasi kebijakan penyediaan dan pemanfaatan bioetanol
    pada program DME di Desa Cibunar perlu dilakukan peningkatan penerimaan teknologi
    melalui transfer teknologi, penataan kelembagaan program, perbaikan kelengkapan
    kebijakan dan pemberdayaan komunitas, serta penetapan insentif dan penentuan harga
    singkong yang tidak merugikan petani.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi