Detail Cantuman

Image of Residu pestisida pada tanaman hortikultura

 

Residu pestisida pada tanaman hortikultura


RESIDU PESTISIDA PADA T ANAMAN HORTIKUL TURA (Studi Kasus
di Desa Cibanjuang Rabayu Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat)

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700027333.72 Ami r/R.25.168Perpustakaan Pusat (REF.168)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.72 Ami r/R.25.168
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;92 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.72 Ami r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • RESIDU PESTISIDA PADA T ANAMAN HORTIKUL TURA (Studi Kasus
    di Desa Cibanjuang Rabayu Kec. Parongpong Kab. Bandung Barat)

    ABSTRAK

    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis konsentrat residu
    pestisida klorifiripos yang terakumulasi pada tanaman hortikultura, dampak residu
    pestisida bagi masyarakat dan asumsi asupan beresiko kesehatan per hari.

    Penelitian ini menggunakan pendekatan metode survey bersifat kuantitatif
    untuk mengetahui secara mendalam tentang residu pestisida pada tanaman
    hortikultura. Sumber data penelitian ini terdiri dari data primer, yang diperoleh
    dari hasil wawancara dan hasil analisis kimia serta data sekunder yang
    dikumpulkan secara langsung dari narasumber seperti Kementerian Pertanian
    Republik Indonesia dan Organisasi petani dan masyarakat yang dijadikan sampel.

    Beberapa jenis insektisida yang digunakan oleh petani di Desa Cihanjuang
    Rahayu, terdapat jenis insektisida yang tidak direkomendasikan untuk membasmi
    hama pada tanaman brocoli yaitu Abamektin (Agrimec 18 EC, b.a. 18.4 glL),
    klorantranitipol (prevathion 50 SC, b.a. 50 gIL) dan provenus (Curachon 500 EC,
    b.a. 500 gr/L).

    Berdasarkan hasil analisis terhadap residu pestisida, diperoleh hasil residu
    sampel1 = 2,20 ppm (lebih besar 10 % dari Batas Maksimum Residu), sampe12 =
    2,47 ppm (lebih besar 20 % dari Batas Maksimum Residu), sampel 3 = 3,65 ppm
    (lebih besar 82 % dari Batas Maksimum Residu), sampel 4 = 3,21 ppm (lebih
    besar 60 % dari Batas Maksimum Residu. Hal ini menunjukkan bahwa empat
    sampel yang diuji mengandung residu berbahaya melebihi batas maksimum residu
    sebesar 2 ppm.

    Hasil penyebaran kuisioner tentang dampak pestisida terhadap kesehatan
    100 sampel petani Desa Cihanjuang Rahayu diperoleh hasil yaitu mual-rnual
    sebanyak 25 %, muntah 5 %, pusing 75 %, gatal-gatal pada kulit 20 %. Namun
    tidak ada yang mengalami gangguan kesehatan berupa infeksi saluran pernafasan,
    kanker serta kematian.

    Hasil perhitungan asumsi asupan beresiko kesehatan melalui analisis
    pemajanan terhadap 100 orang sampel petani diperoleh hasil 1505 gr/hari dengan
    nilai tertinggi 4014 gr/hari dan jumlah asupan beresiko terendah adalah 423
    . gr/hari. Dari hasil perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa jumlah konsumsi
    sayuran dan hortikultura rata-rata beresiko oleh para petani sebanyak 1505 gr/hari.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi