Detail Cantuman

Image of Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid Di Wilayah Pesisir Pantai Pandansimo, Bantul

 

Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid Di Wilayah Pesisir Pantai Pandansimo, Bantul


PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRID
DI WILA Y AH PESISIR PANT AI P ANDANSIMO, BANTUL

ABSTRAK

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700021333.7 Rah p/R.25.116Perpustakaan Pusat (REF.116)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Rah p/R.25.116
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;106 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Rah p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRID
    DI WILA Y AH PESISIR PANT AI P ANDANSIMO, BANTUL

    ABSTRAK

    Pengembangan energi terbarukan di Indonesia saat ini marak dilakukan,
    diantaranya adalah pembangkit listrik tenaga hibrid (PLTH). Salah satu PLTH yang
    masih beroperasi hingga saat ini adalah PL TH Pantai Pandansimo, Bantul.
    eberlanjutan pembangkit listrik ini tidak lepas dari berbagai pihak terkait yang ikut
    ran dalam pembangunan dan pengelolaannya, dengan demikian penelitian ini
    bahas mengenai kondisi pengelolaan yang terjadi saat ini; keberlanjutannya di
    masa yang akan datang; serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan
    pengelolaan PLTH. Perspektif political ecology digunakan dalam menganalisis relasi­
    relasi sosial yang terjadi antara pihak-pihak yang terJibat dalam pengembangan PL TH
    Pantai Pandansimo.

    Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran
    kualitatif dan kuantitatif dalam dominant and less dominant design. Metode kualitatif
    merupakan metode yang dominan dalam penelitian ini dan dilakukan dengan teknik
    wawancara semi struktur serta pengamatan secara tidak terJibat. Metode kuantitatif
    merupakan metode yang kurang dominan dan dilakukan dengan teknik wawancara
    terstruktur melalui survai. Studi kepustakaan terhadap literatur maupun sumber­
    sumber lain juga dilakukan untuk menunjang pengumpulan data dalam penelitian ini.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTH Pantai Pandansimo yang saat ini
    dikelola oleh kelompok masyarakat di bawah koordinator dari Kementerian Riset dan
    Teknologi (Kemenristek) telah dapat berjalan dengan baik, namun potensi
    keberlanjutan pengelolaan di masa yang akan datang masih terbilang kurang; dimana
    faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan PL TH yaitu dari aspek fisik,
    isasi, sosial dan ekonomi menunjukkan bahwa adanya pelimpahan tanggung

    ab dari pihak Kemenristek ke pihak Pemkab Bantul dan produktivitas listrik yang
    ih tidak menentu merupakan faktor-faktor yang dapat menghambat keberlanjutan
    :rH di masa yang akan datang.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi