Pengembangan Lahan Secara Beraturan (Regular) Dan Tak Beraturan (Iregular) Di Kota Palangkaraya Tahun 2013
PENGEMBANGANLAHANSECARABERATURAN~EGULAR)DAN
TAKBERATURANifRREGULAR)DIKOTAPALANGKARAYA
TAHUN2013
Proses pengembangan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700024 333.7 And p/R.25.26 Perpustakaan Pusat (REF.26) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 333.7 And p/R.25.26Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xi,;160 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 333.7 And pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Anderson, David -
PENGEMBANGANLAHANSECARABERATURAN~EGULAR)DAN
TAKBERATURANifRREGULAR)DIKOTAPALANGKARAYA
TAHUN2013
Proses pengembangan lahan di Palangkaraya masih kurang difahami
dengan baik, meskipun sudah ada RTRW Kota yang diimplementasikan dalam 30
tahun terakhir ini. Pemerintah seringkali menemui kesulitan dalam menjalankan
kebijakannya secara konsisten sesuai RTRW Kota yang ada terkait dengan
pengembangan lahan.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengembangan lahan yang
cenderung mengarah pada keberaturan (regular) dan yang cenderung mengarah
pada kesemerawutan (irregular) di Palangkaraya dengan mengambil kasus studi
kawasan Flamboyan, Danau Seha, RTA. Milono dan George Obos. Metode
kuantitatif digunakan untuk menjelaskan mekanisme pasar lahan (harga lahan).
Sementara itu metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan faktor fisik yang
meliputi kualitas lahan, bangunan dan infrastruktur serta faktor non fisik yang
meliputi hubungan sosial-politik-institusi, status lahan, pola pemanfaatan lahan,
aktor/agen dan peristiwa. Wawancara mendalam dilakukan terhadap ketiga aktor
yaitu masyarakat, pemerintah dan swasta untuk memperoleh data primer, serta
pengumpulan data sekunder dari instansi-instansi terkait.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan lahan secara
regular lebih banyak terjadi di zona depan yang berdekatan dengan infrastruktur
utama dengan adanya keterlibatan pemerintah dan swasta yang memicu
pengembangan lahan yang teratur (regular). Kesemerawutan banyak terjadi di
zona belakang sehingga pengembangan lahan menjadi tak beraturan (irregular)
karena lebih dominan peran masyarakat dalam mengembangkan lahan sementara
minirnnya peran pemerintah dan swasta. Oleh karena itu pemerintah perlu
mengambil perannya yang sangat penting dalam pengembangan lahan bersama
masyarakat dan swasta mengatasi banyak masalah yang muncul sebagai implikasi
dari pengembangan lahan seperti masalah lingkungan yaitu kekumuhan dan
kemiskinan (marjinalisasi) supaya pembangunan berkelanjutan menjadi lebih baik
di masa mendatang.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






