Detail Cantuman

Image of IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENAMBANGAN TIMAH LEPAS PANTAI DENGAN PENGOPRASIAN KAPAL ISAP DI KABUPATEN BANGKA

 

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENAMBANGAN TIMAH LEPAS PANTAI DENGAN PENGOPRASIAN KAPAL ISAP DI KABUPATEN BANGKA


Implementasi Kebijakan Penambangan Timah Lepas Pantai
dengan Pengoperasian Kapal Isap

di Kabupaten Bangka

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700035333.7 Nov i/R.25.93Perpustakaan Pusat (REF.93)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Nov i/R.25.93
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii,; 167 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Nov i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Implementasi Kebijakan Penambangan Timah Lepas Pantai
    dengan Pengoperasian Kapal Isap

    di Kabupaten Bangka

    ABSTRAK

    Lokasi pertambangan timah terse bar di Kabupaten Bangka. Adanya
    penambangan timah lepas pantai dengan pengoperasian kapal isap berdampak pada
    rusaknya ekosistem laut. Karena itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka
    mengeluarkan kebijakan yang mengatur kegiatan pertambangan timah. Kebijakan
    tersebut ditetapkan dalam bentuk Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Nomor 9/2012
    tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral. Namun implementasi kebijakan ini belum
    efektif, sehingga penanganan kualitas lingkungan hidup belum memenuhi harapan
    yang diinginkan.

    Tujuan penelitian iru adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang
    mempengaruhi belum efektifnya implementasi kebijakan penambangan timah lepas
    pantai dengan pengoperasian kapal isap di Kabupaten Bangka. Penelitian ini mengacu
    pad a model implementasi kebijakan menurut Mazmanian dan Sabatier (1983) yang
    memiliki tiga variabel yaitu karakteristik masalah, karakteristik kebijakan, dan
    lingkungan.

    Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan
    melalui wawancara, studi pustaka, dan observasi. Data yang dianalisis adalah data
    yang diperoleh dari hasil wawancara, penelaahan dokumen, dan observasi dengan
    reduksi data, penyajian data, mengambil kesimpulan dan verifikasi data. Adapun unit
    analisis dalam penelitian ini adalah pegawai pemerintah daerah, perusahaan
    pertam bangan, dan masyarakat.

    Hasil penelitian menunjukkan faktor yang paling mempengaruhi belum
    efektifnya penambangan timah lepas pantai dengan pengoperasian kapal isap di
    Kabupaten Bangka adalah tingkat kesulitan teknis dari masalah, cakupan perubahan
    perilaku yang diharapkan, alokasi sumberdaya finansial, dan tingkat komitmen dan
    keterampilan dari aparat dan implementor.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi