Dilema Pengelolaan lingkungan pada sentra industri tahu cibuntu, kelurahan babakan, kecamatan babakan ciparay, kota bandung
DILEMA PENGELOLAAN LINGKUNGAN
PADA SENTRA INDUSTRI TAHU CIBUNTU, KELURAHAN BABAKAN,
KECAMATAN BABAKAN CIPARAY, KOTA BANDUNG ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001140700073 333.7 Les d/R.25.71 Perpustakaan Pusat (REF.71) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 333.7 Les d/R.25.71Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung., 2014 Deskripsi Fisik xi,;142 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 333.7 Les dTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Lestari, Raden Ayu Mutiara Artha -
DILEMA PENGELOLAAN LINGKUNGAN
PADA SENTRA INDUSTRI TAHU CIBUNTU, KELURAHAN BABAKAN,
KECAMATAN BABAKAN CIPARAY, KOTA BANDUNG
ABSTRAK
Keberadaan Sentra Industri Tahu Cibuntu (SITC) telah memberikan
berbagai dampak baik secara ekonomi, lingkungan maupun sosial. Dampak
ekonomi yang paling signifikan adalah penyerapan tenaga kerja yang cukup besar
pada industri tahu. Industri tahu juga telah memberikan dampak terhadap
lingkungan, yaitu pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan
limbah yang tidak tepat. Hal ini membawa dampak sosial berupa
ketidaknyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar SITC. Masyarakat turut
menanggung dampak dari pencemaran lingkungan tersebut. Pengelolaan
lingkungan di SITC merupakan kebutuhan bagi pengrajin tahu dan masyarakat
sekitarnya agar dapat tercapai keseimbangan yang selaras di bidang ekonomi,
sosial dan lingkungan. Upaya pengelolaan lingkungan di SITC terhambat oleh
berbagai hal, diantaranya masalah pengetahuan pengelolaan limbah, tidak adanya
lahan untuk pengolahan limbah, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui dilema yang terjadi dalam pengelolaan lingkungan di SITC.
Metode yang digunakan adalah metode gabungan kualitatif dan kuantitatif.
Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen pedoman wawancara, kuesioner,
observasi lapangan dan studi dokumen. Pendekatan kualitatif dengan
menggunakan pedoman wawancara dan observasi lapangan untuk memperoleh
informasi tentang faktor- faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan kuantitatif
dengan dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui pandangan masyarakat
terhadap keberadaan SITC, pengelolaan masalah sosial dan peran serta dalam
pengelolaan lingkungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan lingkungan di SITC
tidak dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Sisa proses produksi tahu
menjadi limbah yang menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama dari limbah
cair. Limbah cair tahu langsung dialirkan ke sungai tanpa proses pengolahan. Pada
limbah padat juga tidak dilakukan pengolahan. Namun, pencemaran lingkungan
dari limbah padat dapat lebih diminimalkan dengan dijual untuk pakan temak.
Limbah padat memiliki nilai ekonomis yang tinggi jika diolah lebih lanjut. Dilema
pengelolaan lingkungan di SITC adalah : Dilema Etik, Dilema Efisiensi, Dilema
Kesetaraan, Dilema Kebebasan, Dilema Ketidakpastian dan Dilema Evaluasi. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






