Detail Cantuman

Image of Kajian terhadap potensi cultural diversity kawasan gua pawon untuk pengembangan (taman bumi)

 

Kajian terhadap potensi cultural diversity kawasan gua pawon untuk pengembangan (taman bumi)


KAJIAN TERHADAP POTENSI CULTURAL DIVERSITY
KAWASAN GUA PAWON BAGI PENGEMBANGAN
GEOPARK (TAMAN BUMI)

ABSTRAK

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700025333.7 Sar k/R.25.125Perpustakaan Pusat (REF.125)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Sar k/R.25.125
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii,;128 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Sar k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • KAJIAN TERHADAP POTENSI CULTURAL DIVERSITY
    KAWASAN GUA PAWON BAGI PENGEMBANGAN
    GEOPARK (TAMAN BUMI)

    ABSTRAK

    Kawasan Gua Pawon yang merupakan rangkaian Kars Rajamandala adalah
    salahsatu dari 32 lokasi di Indonesia yang dipersiapkan untuk diusulkan menjadi
    Geopark Nasional untuk seterusnya dapat diajukan ke UNESCO menjadi
    anggota Global Geopark Network (GGN)-UNESCO. Geopark merupakan suatu
    konsep manajemen pengembangan kawasan secara berkelanjutan, yang
    memadu-serasikan tiga keragaman alam, yaitu: l.Keragaman Geologi
    (Geodiversity) , 2.Keragaman Hayati (Biodiversityy, dan 3. Keragaman Budaya
    (Culturaldiversity). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi
    mengenai potensi cultural diversity yang ada di Kawasan Gua Pawon yang
    sesuai dan dapat berkontribusi bagi pengembangan Geopark

    Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan

    pendekatan kualitatif Cultural diversity yang diteliti adalah aspek arkeologi,
    nilai sejarah dan budaya. Selanjutnya, potensi cultural diversity dipadukan
    dengan kriteria Situs Warisan DunialWHS (World Heritage Sites) UNESCO.
    Sumber data yang diperlukan adalah data primer dan data sekunder. Data Primer
    diperoleh melalui wawancara tidak terstruktur terhadap key informan, sedangkan
    data sekunder diperoleh melalui data dari berbagai literatur.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Gua Pawon memiliki
    keunikan arkeologi, sejarah, dan budaya yang dapat memperkuat posisi kawasan
    tersebut untuk diajukan dalam geopark, karena selain menikmati keragaman
    geologi sebagai warisan kebumian, para pengunjung juga mendapatkan rekreasi
    pendidikan dan atraksi budaya yang berupa: 1.Pameran koleksi peninggalan
    arkeologi di Museum Arkeologi Gua Pawon, 2. Situs dan ceritera sejarah,
    legenda serta mitos yang berkembang di kalangan masyarakat setempat. 3.
    Keragaman budaya Sunda dan Islam yang dipertunjukkan dalam berbagai
    rimal/festival (pesta rakyat) serta kesenian khas lokal yang melibatkan
    penduduk setempat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi