Detail Cantuman

Image of Upaya Pemanfaatan Eceng Gondok di Waduk Cirata Melalui Pengolahan Briket

 

Upaya Pemanfaatan Eceng Gondok di Waduk Cirata Melalui Pengolahan Briket


Eceng gondok yang tumbuh pesat di Waduk Cirata dapat memiliki dampak
negatif secara sosial, ekonomi, dan lingkungan. Upaya pemanfaatan eceng ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700106333.7 Akb u/R.25.20Perpustakaan Pusat (REF.20)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Akb u/R.25.20
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;135 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Akb u
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Eceng gondok yang tumbuh pesat di Waduk Cirata dapat memiliki dampak
    negatif secara sosial, ekonomi, dan lingkungan. Upaya pemanfaatan eceng gondok
    menjadi briket diharapkan marnpu menjadi sumberdaya energi terbarukan,
    mengendalikan pertumbuhan eceng gondok sekaligus meningkatkan pendapatan
    masyarakat di sekitamya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan teknis,
    ekonomi, dan lingkungan dari briket terbaik hasil penelitian. Desain penelitian berupa
    eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (3x3) dengan 2 faktor
    dan 3 pengulangan. Faktor pertama kombinasi arang sekam padi : eceng gondok;
    (AI)I:I, (A2)1:2, (A3)I:3, dan faktor kedua persentase perekat tapioka; (PI)3%,
    (P2)4%, (P3)5%.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket yang terbaik secara teknis adalah
    briket AIP3. Kualitas briket tersebut belum memenuhi standar SNI 01-6235-2000
    (briket arang kayu), narnun pembakarannya menunjukkan performansi yang baik
    karena mudah terbakar, laju pembakaran larnbat, berasap tipis, tidak berbau, dan
    tidak berdebu. Kebutuhan bahan bakar briket eceng gondok oleh seorang pedagang
    sate dan ikan bakar lebih besar dibandingkan kebutuhan bahan bakar arang
    tempurung kelapa dan arang kayu. Briket eceng gondok memiliki nilai ekonomi yang
    lebih rendah dibandingkan arang tempurung kelapa dan arang kayu. Proyek
    pengolahan briket dari eceng gondok layak secara ekonomi dengan asumsi seluruh
    produk terjual, karena nilai BCR (1,6»1 dan nilai NPV (395.915.711»0 dengan
    Payback Period 4,6 tahun dan BEP 95.621,5 kg selama 5 tahun. Penggunaan briket
    eceng gondok oleh seorang pedagang sate dan ikan bakar sebesar 20.949 kg
    briket/tahun memiliki potensi untuk mengendalikan eceng gondok di Waduk Cirata
    sebesar 0,02% setiap tahun.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi