Detail Cantuman

Image of Efektifitas pengelolaan kawasan konservasi Nusa Tenggara Barat

 

Efektifitas pengelolaan kawasan konservasi Nusa Tenggara Barat


Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Nusa Tenggara Barat

ABSTRAK

Kawasan konservasi memiliki fungsi yang sangat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700048333.72 Ans e/R.25.169Perpustakaan Pusat (REF.169)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.72 Ans e/R.25.169
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;111 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.72 Ans e
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Nusa Tenggara Barat

    ABSTRAK

    Kawasan konservasi memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai
    perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan sumberdaya hayati dan
    pemanfaatan berkelanjutan. Meski .demikian, karakteristik biologis dan sosial
    ekonomi yang kompleks dan tekanan ancaman terhadap kawasan koservasi
    menyebabkan selama ini kawasan konservasi belum dikelola secara efektif
    sehingga mengalarni kerusakan secara terus menerus. Hal tersebut mendorong
    dilakukannya penelitian ini yang bertujuan untuk mengidentifikasi prioritas dan
    alokasi sumberdaya untuk tujuan pengelolaan kawasan konservasi dan
    efektifitasnya.

    Penelitian ini dilakukan pada dua puluh kawasan konservasi yang ada di
    Nusa Tenggara Barat dengan menggunakan pendekatan Rapid Assessment and
    Prioritisation of Protected Areas Management (RAPP AM).

    Hasil RAPP AM menunjukkan bahwa dua puluh kawasan konservasi yang
    diteliti memiliki nilai penting biologis maupun sosial ekonornis yang tinggi tetapi
    sebagian besar kawasan konservasi tersebut belum dikelola secara efektif.
    Beberapa diantara kawasan konservasi tersebut mengalami tekanan dan ancaman
    yang tinggi yang mengarah pada kerusakan kawasan konservasi dalam jangka
    panjang. Kondisi ini sulit diatasi karena karakteristik nilai penting biologis dan
    sosial ekonornis, efektifitas pengelolaan, dan tekanan dan ancaman yang dialami
    masing-masing kawasan konservasi berbeda-beda sementara sumberdaya
    pemerintah sangat terbatas untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.
    Analisis multivariabel menghasilkan prioritasisasi pengelolaan terhadap kawasan
    konservasi yang merupakan kombinasi nilai penting biologis dan sosial ekonomis
    dengan tingkat ancaman terhadap kawasan. Sedangkan analisis terhadap tahapan
    dalam siklus pengelolaan, yang paling mempengaruhi efektifitas dan keberhasilan
    pengelola adalah tahapan proses. Tahapan tersebut meliputi: perencanaan
    pengelolaan detail; pengambilan keputusan dalam pengelolaan; dan penelitian,
    monitoring, dan evaluasi kegiatan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi