Detail Cantuman

Image of Penerapan Konsep Green Building Pada Existing Building (studi kasus Gedung Sate Bandung, Jawa Barat)

 

Penerapan Konsep Green Building Pada Existing Building (studi kasus Gedung Sate Bandung, Jawa Barat)


Gedung Sate merupakan salah satu existing building yang ada di Kota
Bandung. Bangunan tersebut adalah pusat pemerintahan provinsi Jawa Barat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700199333.7 Mun p/R.25.85Perpustakaan Pusat (REF.85)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Mun p/R.25.85
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;206 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Mun p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Gedung Sate merupakan salah satu existing building yang ada di Kota
    Bandung. Bangunan tersebut adalah pusat pemerintahan provinsi Jawa Barat dan
    merupakan bangunan monumental serta menjadi ikon Jawa Barat. Keberadaan
    bangunan tersebut menjadi pusat perhatian masyarakat tidak hanya masyarakat
    Jawa Barat, Indonesia tetapi juga mancanegara. Peranannya dalam memberikan
    contoh akan sangat berpengaruh bagi masyarakat. Karena itu penting bagi
    bangunan tersebut untuk dilakukan penilaian. Dengan mengetahui bagaimana
    pencapaian bangunan tersebut dalam menerapkan konsep green building,
    pengelolaan gedung diharapkan dapat berkelanjutan dan produktivitas pengguna
    juga dapat ditingkatkan. Di masa mendatang Hal tersebut dapat menjadi awal dan
    contoh yang baik bagi pengelolaan bangunan pemerintah khususnya dan
    bangunan lain pada umumnya.

    Penelitian dilakukan untuk mengetahui penerapan konsep green building
    Gedung Sate berdasarkan kriteria dalam PERMEN LH No.08 Tahun 2010 dan
    mendeskripsikan strategi pengelolaan. Metode penelitian yang digunakan adalah
    kualitatif. Metode kualitatif dilakukan melalui wawancara berpedoman, studi
    kepustakaan, observasil pengamatan, dan dokumentasi. Untuk menghindari
    adanya bias pada hasil penelitian maka dilakukan cross check dengan metode
    triangulasi, yaitu data dikumpulkan melalui sumber majemuk dari wawancara,
    pengamatan, dan analisa dokumen. Penentuan strategi dilakukan dengan
    menggunakan analisis SWOT.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gedung Sate belum tennasuk green
    building. Hal terse but ditunjukkan dengan belum diterapkannya seluruh konsep
    green building. Dari duapuluh kriteria green building PERMEN LH No.08 Tahun
    2010 baru tigabelas kriteria yang telah diterapkan. Strategi yang dihasilkan
    berdasarkan analisis SWOT yaitu pertama perumusan rencana pengelolaan. Ke
    dua peningkatan sarana dan prasarana dengan cara penambahan penggunaan
    bahan bangunan bersertifikat eco-Iabel, penambahan instalasi pemanfaatan air
    hujan, penambahan penggunaan pendingin udara non CFC, pemasangan panel
    surya, penambahan instalasi pengolahan limbah dan instalasi pemanfaatan air
    limbah hasil pengolahan dan penambahan fasilitas pemilahan sampah. Ke tiga
    peningkatan koordinasi inter dan antar pengelola Gedung Sate.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi