Detail Cantuman

Image of Struktur Dan Fungsi Serta Strategi Pengembangan Kabun Kalaka Sistem Agroforestry Tradisional Masyarakat Dayak Maanyan Di Kalimantan Tengah

 

Struktur Dan Fungsi Serta Strategi Pengembangan Kabun Kalaka Sistem Agroforestry Tradisional Masyarakat Dayak Maanyan Di Kalimantan Tengah


STRUKTUR DAN FUNGSI SERTA STRATEGI PENGEMBANGAN
"KABUN KALAKA" : SISTEM AGROFORESTRY TRADISIONAL
MASY ARAKA T DA YAK MAANY AN DI ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700329333.7 Suw s/R.25.155Perpustakaan Pusat (REF.155)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Suw s/R.25.155
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    1x,;150 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Suw s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • STRUKTUR DAN FUNGSI SERTA STRATEGI PENGEMBANGAN
    "KABUN KALAKA" : SISTEM AGROFORESTRY TRADISIONAL
    MASY ARAKA T DA YAK MAANY AN DI KALIMANTAN TENGAH

    Oleh

    David Suwito
    NIM. 250 2011 0050

    Program Pasea Sarjana Magister Ilmu Lingkungan

    Tim Pembimbing: I. Prof. Johan Iskandar, M.Se, Ph.D; II. Parikesit, M.Se, Ph.D

    ABSTRAK

    Agroforestry telah banyak dipraktekkan di berbagai negara berkembang.

    Sistem ini berkembang sesuai dengan kebiasaan di daerah masing masing,
    sehingga dikenal sebagai agroforestri tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk
    mengetahui struktur dan komposisi penyusun, fungsi, pengetahuan lokal dan
    strategi pengembangan sistem agroforestry tradisional masyarakat Dayak
    Maanyan yang dikenal sebagai Kabun Kalaka. Penelitian ini menggunakan
    metode kuantitatif untuk analisis vegetasi dan fungsi ekonomi, dimana 41 KK
    dipilin sebagai sampel dari Populasi sebanyak 70 KK, sedangkan metode
    kualitatif digunakan pada pengumpulan data fungsi ekologi dan ekonomi,
    pengetahuan lokal dan kondisi aktual pengelolaan. Analisis SWOT digunakan
    untuk menyusun strategi pengelolaan.

    Agroforestry Tradisional Dayak Maanyan yang dikenal sebagai
    Kabun Kalaka terdiri dari dua tipe yaitu Pulau Wawuaan dan Kabun
    Pararaba. Pada Pulau Wawuaan ditemukan 41 spesies tanaman keras atau
    huah buahan dan didominasi a/eh species Cempedak (Artocarpus
    champeden), serta ditemukan tanaman non kayu kebanyakan berupa tanaman
    obat. Kabun Pararaba didominasi oleh species karet (Havea brasilliensis).
    Secara ekologi Kabun Kalaka Pulau Wawuaan mempunyai fungsi dalam
    pelestarian tanaman khas lokal terutama jenis buah buahan, penghasil kayu,
    pelestarian hewan buruan dan pelestarian hew an keramat suku Dayak
    Maanyan yaitu burung Enggang (Buceros rhinoceros), sedangkan Kabun
    Pararaba mempunyai dalam pelestarian jenis tumbuhan penghasil produk
    yang bernilai ekonomi tinggi, serta berfungsi sebagai koridor satwa. Secara
    ekonomi, Pulau Wawuaan memberi kontribusi lebib besar terhadap total
    pendapatan masyarakat dibandingkan Kabun Pararaba. Secara sosial
    budaya, Kabun Kalaka mempunyai fungsi dalam hal aspek tenurial, identitas
    kultural, kelembagaan lokal, adat istiadat dan pengetahuan lokal. Strategi
    pengembangan kedua tipe. Kabun Kalaka yang diusulkan meliputi
    pendampingan dan penyuluhan masyarakat, pemhenahan pemasaran,
    pengolahan pascapanen serta perbaikan sistem pemasaran.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi