Detail Cantuman

Image of Tanah Timbul : Interaksi Masyarakat Dan Lingkungan (studi kasus : penduduk desa Jayamukti kecamatan Blanakan kabupaten Subang)

 

Tanah Timbul : Interaksi Masyarakat Dan Lingkungan (studi kasus : penduduk desa Jayamukti kecamatan Blanakan kabupaten Subang)


TANAH TIMBUL: INTERAKSI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN
Studi Kasus: Penduduk Desa Jayamukti Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700209333.7 Sup t/R.25.147Perpustakaan Pusat (REF.147)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Sup t/R.25.147
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    136 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Sup t
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • TANAH TIMBUL: INTERAKSI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN
    Studi Kasus: Penduduk Desa Jayamukti Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang

    ABSTRAK

    Pembentukan tanah timbul mernpakan hasil dari proses erosi di hulu sung ai, sehingga
    dapat mengakibatkan pengendapan sedimen di muara sungai atau di pesisir pantai, lambat laun
    endapan ini membentuk daratan baru/lahan barn. Pertambahan penduduk masyarakat pesisir
    mengakibatkan terjadinya perrnasalahan terhadap keterbatasan akan lahan. Ketersediaan lahan
    yang semakin terbatas mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan tanah timbul.
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah terjadinya tanah timbul, po la interaksi yang
    terjadi antara masyarakat dengan tanah timbul, serta pemanfaatan tanah timbul.

    Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan
    kuantitatif. Metode tersebut digunakan untuk menjelaskan bagaimana sejarah terbentuk dan
    pemanfaatan tanah timbul serta menjelaskan bagaimana interaksi yang terjadi antara masyarakat
    dengan tanah timbul. Sedangkart metode penelitian kuantitatif digunakan untuk mengetahui
    sejauh mana pengelolaan tanah timbul dalam upaya pemanfaatan tanah timbul di Desa Jayamukti
    Kecamatan Blanakan. Waktu penelitian ini dilakukan selama tujuh bulan dari bulan Agustus
    sampai dengan Maret 2013.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah terjadi dan pemanfaatan tanah timbul di
    Desa Jayamukti adalah desebabkan oleh 2 faktor, alam dan faktor aktifitas manusia. Pemanfaatan
    tanah timbul di Desa Jayamukti berawal pada tahun 1947 yang dipelopori oleh Lawijan, tahun
    1950 setelah zaman J epang, pemanfaatan tanah timbul mulai berkembang, tahun 1960 hutan
    mangrove rusak akibat penggarapan tanah hutan untuk tambak terbuka, tahun 1970 pembuatan
    proyek Kali Malang, tahun 1972 PEMDA menggalakan program RAKGANTANG pada lahan
    tanah timbul, tahun 1978 hutan dan tanah timbul mulai dikelola Perum Perhutani, tahun 1979
    Perhutani membuat pola tambak percontohan empang parit. Tahun 1985 perhutani melaksanakan
    pemungutan retribusi dalam mengelola tanah timbul akan tetapi kurang berjalan. Tahun 2000-
    2012 masyarakat mulai membayar pemungutan retribusi dalam administrasi pengelolaan tanah
    timbul. Pola interaksi masyarakat Desa Jayamukti dengan tanah timbul dibagi menjadi 3, yaitu
    eksploitasi, konservasi dan pemanfaatan serta proteksi penjagaan tanpa memanfaatkan.
    Masyarakat melakukan eksploitasi terhadap tanah timbul dengan jumlah persentase 77,5%
    sedangkan yang melakukan konservasi dan pemanfaatan 22,5%, adapun yang melakukan
    proteksi tidak ada. Masyarakat Desa Jayamukti memanfaatkan lahan tanah timbul pada
    umumnya menjadi tambak ikan dan udang, tempat penggaraman serta jual beli lahan tanah

    timbul. .
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi