<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47234">
 <titleInfo>
  <title>Tanah Timbul :</title>
  <subTitle>Interaksi Masyarakat Dan Lingkungan (studi kasus : penduduk desa Jayamukti kecamatan Blanakan kabupaten Subang)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Supriyani, Reni</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Magister Ilmu Lingkungan</publisher>
   <dateIssued>2013</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>136 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>TANAH TIMBUL: INTERAKSI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN &#13;
Studi Kasus: Penduduk Desa Jayamukti Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Pembentukan tanah timbul mernpakan hasil dari proses erosi di hulu sung ai, sehingga &#13;
dapat mengakibatkan pengendapan sedimen di muara sungai atau di pesisir pantai, lambat laun &#13;
endapan ini membentuk daratan baru/lahan barn. Pertambahan penduduk masyarakat pesisir &#13;
mengakibatkan terjadinya perrnasalahan terhadap keterbatasan akan lahan. Ketersediaan lahan &#13;
yang semakin terbatas mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan tanah timbul. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah terjadinya tanah timbul, po la interaksi yang &#13;
terjadi antara masyarakat dengan tanah timbul, serta pemanfaatan tanah timbul. &#13;
&#13;
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan &#13;
kuantitatif. Metode tersebut digunakan untuk menjelaskan bagaimana sejarah terbentuk dan &#13;
pemanfaatan tanah timbul serta menjelaskan bagaimana interaksi yang terjadi antara masyarakat &#13;
dengan tanah timbul. Sedangkart metode penelitian kuantitatif digunakan untuk mengetahui &#13;
sejauh mana pengelolaan tanah timbul dalam upaya pemanfaatan tanah timbul di Desa Jayamukti &#13;
Kecamatan Blanakan. Waktu penelitian ini dilakukan selama tujuh bulan dari bulan Agustus &#13;
sampai dengan Maret 2013. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah terjadi dan pemanfaatan tanah timbul di &#13;
Desa Jayamukti adalah desebabkan oleh 2 faktor, alam dan faktor aktifitas manusia. Pemanfaatan &#13;
tanah timbul di Desa Jayamukti berawal pada tahun 1947 yang dipelopori oleh Lawijan, tahun &#13;
1950 setelah zaman J epang, pemanfaatan tanah timbul mulai berkembang, tahun 1960 hutan &#13;
mangrove rusak akibat penggarapan tanah hutan untuk tambak terbuka, tahun 1970 pembuatan &#13;
proyek Kali Malang, tahun 1972 PEMDA menggalakan program RAKGANTANG pada lahan &#13;
tanah timbul, tahun 1978 hutan dan tanah timbul mulai dikelola Perum Perhutani, tahun 1979 &#13;
Perhutani membuat pola tambak percontohan empang parit. Tahun 1985 perhutani melaksanakan &#13;
pemungutan retribusi dalam mengelola tanah timbul akan tetapi kurang berjalan. Tahun 2000- &#13;
2012 masyarakat mulai membayar pemungutan retribusi dalam administrasi pengelolaan tanah &#13;
timbul. Pola interaksi masyarakat Desa Jayamukti dengan tanah timbul dibagi menjadi 3, yaitu &#13;
eksploitasi, konservasi dan pemanfaatan serta proteksi penjagaan tanpa memanfaatkan. &#13;
Masyarakat melakukan eksploitasi terhadap tanah timbul dengan jumlah persentase 77,5% &#13;
sedangkan yang melakukan konservasi dan pemanfaatan 22,5%, adapun yang melakukan &#13;
proteksi tidak ada. Masyarakat Desa Jayamukti memanfaatkan lahan tanah timbul pada &#13;
umumnya menjadi tambak ikan dan udang, tempat penggaraman serta jual beli lahan tanah &#13;
&#13;
timbul. . &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Supriyani, Reni</note>
 <subject authority="">
  <topic>Interaksi, lahan tanah timbul dan sejarah.</topic>
 </subject>
 <classification>333.7 Sup t</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>333.7 Sup t/R.25.147</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001130700209</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.147)</sublocation>
    <shelfLocator>333.7 Sup t/R.25.147</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>47234</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-02 04:28:25</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-12 09:43:10</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>