Detail Cantuman

Image of Resiliensi Sosial Terkait Akses Masyarakat Nelayan Terhadap Sumber Daya Pesisir : Perspektif Political Ecology (studi kasus: Masyarakat nelayan di kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara)

 

Resiliensi Sosial Terkait Akses Masyarakat Nelayan Terhadap Sumber Daya Pesisir : Perspektif Political Ecology (studi kasus: Masyarakat nelayan di kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara)


RESILIENSI S()SIAL TERKAIT AKSES MASYARAKAT NELAYAN
TERHADAP SUMBER DAYA PESISIR:

PERSPEKTIF POLITICAL ECOLOGY

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700191333.7 Sha r/R.25.132Perpustakaan Pusat (REF.132)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Sha r/R.25.132
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x,;183 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Sha r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • RESILIENSI S()SIAL TERKAIT AKSES MASYARAKAT NELAYAN
    TERHADAP SUMBER DAYA PESISIR:

    PERSPEKTIF POLITICAL ECOLOGY

    (Studi Kasus: Masyarakat Nelayan di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara)

    ABSTRAK

    Resiliensi telah banyak digunakan sebagai aspek penting dalam pengelolaan
    sumber daya alam dan lingkungan karena merupakan atribut vital yang
    mencirikan kapasitas suatu sistem untuk mengatasi tekanan. Namun upaya untuk
    mempromosikan resiliensi tidaklah mudah terutama jika diterapkan pada konteks
    sumber daya alam yang secara faktual bersifat open access dan kontes diantara
    banyak kepentingan. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kamal Muara, Jakarta
    Utara dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana resiliensi sosial masyarakat
    nelayan dalam mengatasi tekanan yang pada dasamya bersumber dari perubahan
    lingkungan, sosial-ekonorni, dan politik. Dengan menggunakan metode campuran
    melalui strategi eksploratoris sekuensial, beberapa indikator yang diantaranya
    kondisi ekologi-sosial lokal, mekanisme akses, flexibility, capacity to organize
    dan capacity to learn kemudian dianalisis. Pada tahap kualitatif, data diperoleh
    dengan melakukan pengamatan, wawancara, dan penelusuran dokumenlintemet
    untuk kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis model interaktif dan
    analisis skenario. Hasil analisis tahap kualitatif kemudian digunakan sebagai
    acuan untuk melakukan survai menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis
    menggunakan teknik statistik deskriptif. Penelitian ini menggunakan perspektif
    political ecology sebagai kerangka kerja dan panduan dalam penafsiran hasil
    analisis.

    Hasil analisis menunjukkan bahwa terbangunnya resiliensi masyarakat nelayan
    Kamal Muara dipengaruhi oleh serangkaian mekanisme dalam mendapatkan,
    mengendalikan dan memelihara akses kepada sumber daya pesisir. Mekanisme
    akses, flexibility dan capacity to organize masyarakat nelayan di Kamal Muara
    terbatas sehingga hanya sedikit berkontribusi kepada level resiliensi mereka,
    terutama jika empat skenario tekanan (pencemaran perairan laut, musim ekstrim,
    kenaikan harga BBM, dan reklamasi pantai) terjadi sccara simultan. Keterkaitan
    antara akses dan resiliensi tidak hanya memberikan pemahaman tentang masa
    yang dibutuhkan untuk pulih dari tekanan akibat perubahan ekologi-sosial, bahkan
    lebih dominan adalah ten tang politics of access dimana hal ini sangat dibutuhkan
    untuk meningkatkan resiliensi sosial. Artinya, kebijakan sebagai sumber sekaligus
    produk politik memiliki peran strategis dalam upaya mempromosikan resiliensi
    dari sistem ekologi-sosial di wilayah pesisir yang sangat kontes.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi