Detail Cantuman

Image of Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perlindungan Kawasan Hutan (studi kasus di kawasan penyangga taman nasional gunung ciremai, desa linggasana kabupaten kuningan jawa barat)

 

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Perlindungan Kawasan Hutan (studi kasus di kawasan penyangga taman nasional gunung ciremai, desa linggasana kabupaten kuningan jawa barat)


PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PERLINDUNGAN
KA W ASAN HUT AN

(Studi Kasus di Kawasan Penyangga Taman Nasional Gunung Ciremai, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700145333.7 Rah p/R.25.115Perpustakaan Pusat (REF.115)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Rah p/R.25.115
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;158 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Rah p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PERLINDUNGAN
    KA W ASAN HUT AN

    (Studi Kasus di Kawasan Penyangga Taman Nasional Gunung Ciremai,
    Desa Linggasana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat)

    ABSTRAK

    Taman Nasional Gunung Ciremai merupakan kawasan konservasi yang
    terletak di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Kawasan hutan konservasi sebagai
    sumber daya alam yang bernilai tinggi saat ini mengalami permasalahan yang
    kompleks. Tingginya angka degradasi hutan akibat aktivitas perambahan, ilegal
    logging, dan kebakaran mengharuskan dilakukannya perlindungan hutan. Salah
    satu bentuk perlindungan hutan adalah pemberdayaan masyarakat. Penelitian
    mengenai evaluasi program pemberdayaan masyarakat di kawasan TNGC penting
    dilakukan untuk mengetahui apakah program yang dilaksanakan sudah
    berhasil/tidak dalam mendukung ke . tan perlindungan hutan TNGC.

    Penelitian dilaksanakan di Desa Linggasana, Kabupaten Kuningan, Jawa
    Barat pada bulan Oktober s.d November 2012. Metode yang digunakan adalah
    m e gabungan kualitatif-kuantitatif (mix method). Aspek yang diteliti antara
    lain proses pemberdayaan masyarakat, kinerja program pemberdayaan
    masyarakat, serta faktor-faktor baik yang mendorong maupun menghambat
    keberhasilan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dalam perlindungan
    hutan TNGC di Desa Linggasana.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat di
    Desa Linggasana belum berhasil dilihat dari prosesnya yang lemah dan capaian
    kinerja programnya yang tergolong rendah. Keberhasilan program pemberdayaan
    masyarakat dalam upaya perlindungan hutan baru 37,25 % yang mencapai target.
    Banyak faktor yang mempengaruhi belum berhasilnya program pemberdayaan
    masyarakat tersebut. Faktor yang paling dominan adalah sikap masyarakat yang
    ingin mendapatkan hasil dengan cepat, rendahnya partisipasi masyarakat, aspek
    kelembagaan yang lemah, serta kurangnya pengawasan dan pendampingan
    terhadap pelaksanaan kegiatan pemberdayaan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi