Detail Cantuman

Image of Analisis kegagalan implementasi program desa mandiri energi berbasis tanaman jarak (jatrhopa curcas L.)

 

Analisis kegagalan implementasi program desa mandiri energi berbasis tanaman jarak (jatrhopa curcas L.)


ANALISIS KEGAGALAN IMPLEMENTASI
PROGRAM DESA MANDIRI ENERGI BERBASIS
TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L)
(Studi kasus ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001130700047333.7 Kur a/R.25.64Perpustakaan Pusat (REF.64)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    333.7 Kur a/R.25.64
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;143 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    333.7 Kur a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ANALISIS KEGAGALAN IMPLEMENTASI
    PROGRAM DESA MANDIRI ENERGI BERBASIS
    TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L)
    (Studi kasus pada Desa Pardasuka Kecamatan Katibung
    Kabupaten Lampung Selatan)

    ABSTRAK

    Program Desa Mandiri Energi berbasis tanaman jarak pagar pada mulanya
    dianggap sebagai solusi terbaik dalam memecahkan persoalan keterbatasan energi
    di Indonesia terutama di desa tertinggal dan terpencil, namun kenyataannya
    program ini banyak yang mengalami kegagalan, termasuk Program Desa Mandiri
    Energi berbasis Tanaman jarak pagar yang dilaksanakan di Desa Pardasuka
    Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan.

    Penelitian ini mencoba untuk menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif
    faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan Program Desa Mandiri Energi
    berbasis tanaman jarak pagar di Desa Pardasuka kecamatan Katibung Kabupaten
    Lampung Selatan, yaitu : faktor implementasi kebijakan, faktor adopsi inovasi dan
    faktor ekonomi. Penggunaan data kuantitatif digunakan untuk membantu
    menjelaskan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan data primer dilakukan
    melalui wawancara semi struktur dan terstruktur pada informan kunci dan
    responden. Data sekunder diperoleh dari laporan, arsip dan dokumentasi

    Hasil penelitian mengungkapkan faktor implementasi kebijakan yang
    menyebabkan kegagalan Program Desa Mandiri berasal dari keterbatasan
    wewenang yang dimiliki pemerintah daerah sehingga tak mampu menyelesaikan
    permasalahan yang ditimbulkan oleh kekeliruan perencanaan dari pemerintah
    pusat seperti kurang tersedianya pasar bagi produk jarak pagar. Hal ini diperburuk
    oleh pengadaan mesin Unit Pengolah Hasil (UPH) yang tidak memadai
    menyebabkan proses konversi bijijarak menjadi rninyakjarak tak terjadi sehiogga
    tak dapat dimanfaatkan masyarakat. Penyebab terakhir dari faktor implementasi
    kebijakan adalah efek dari sikap petani dalam program ini yang kurang
    mendukung program. Faktor kegagalan yang berasal dari adopsi inovasi
    disebabkan oleh keengganan masyarakat menggunakan minyak jarak pagar untuk
    memasak dikarenakan masih melimpahnya kayu bakar di lingkungan tempat
    tinggal mereka sehingga penggunaan minyak jarak pagar menjadi tidak praktis.
    Penyebab terakhir yang paling mendasar dalam kegagalan program ini adalah
    nilai ekonomi dari biji jarak yang sangat rendah sehingga petani lebih tertarik
    untuk mengembangkan tanaman pertanian lain yang lebih menguntungkan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi