Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Aktivitas Antibakteri Ekstrak dan Fraksi Ekstrak Rimpang Lempuyung Gajah (Zingiber zerumbet Sm.).


Hasil pengujian aktivitas antibakteri beberapa ekstrak lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm.) terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus (ATCC ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021011000026Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    1158
    Penerbit : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    1158
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Hasil pengujian aktivitas antibakteri beberapa ekstrak lempuyang gajah (Zingiber zerumbet Sm.) terhadap bakteri uji Staphylococcus aureus (ATCC 6538), Bacillus substilis (ATCC 6633), Escherichia coli (ATCC 25922) dan Pseudomonas aeruginosa (Koleksi Lab. Mikrobiologi Kedokteran UNPAD) dengan metode difusi agar menunjukan bahwa ekstrak metilen klorida memberikan aktivitas antibakteri yang paling besar. Ekstrak aktif metilen klorida diketahui mengandung senyawa flavonoid, fenolat dan triterpenoid.
    Fraksinasi ekstrak metilen klorida dengan Kromatografi Kolom Dipercepat menghasilkan 30 fraksi dimana fraksi K memberikan aktivitas antibakteri paling tinggi terhadap keempat bakteri uji dibandingkan fraksi lainnya dan fraksi A dengan bentuk kristal mempunyai titik leleh 65,8 - 68,6 oC. Analisa fraksi A dengan menggunakan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus karbonil, gugus alkil, dan gugus alkena (ikatan rangkap).
    Fraksinasi dari fraksi minyak K dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif, menghasilkan fraksi K11 dimana hasil analisa dengan menggunakan Kromatografi Gas Spektroskopi Massa menunjukkan adanya senyawa caryophyllene oxide sebagai komponen utama. Sedangkan fraksinasi dari fraksi kristal K dengan menggunakan Kromatografi Kolom Gravitasi menghasilkan fraksi K26 dengan titik leleh 290,0 - 312,7 oC. Hasil analisa fraksi K26 dengan menggunakan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus aromatik, gugus metoksi, dan gugus alkil.
    Aktivitas antibakteri fraksi K pada konsentrasi 10% sebanding dengan 3,3 bpj baku ampisilin untuk bakteri Bacillus subtilis, 4,1 bpj baku ampisilin untuk bakteri Escherichia coli, 7,3 bpj baku ampisilin untuk bakteri Staphylococcus aureus dan 57,8 bpj baku ampisilin untuk bakteri Pseudomonas aeruginosa. Konsentrasi Hambat Minimum fraksi K terhadap Bacillus subtilis 6,0677 bpj, terhadap Escherichia coli 0,0794 bpj, terhadap Staphylococcus aureus 729,8307 bpj dan terhadap Pseudomonas aeruginosa 98,8255 bpj.
    Sedangkan aktivitas antibakteri untuk fraksi A pada konsentrasi 10% sebanding dengan 0,25 bpj baku ampisilin untuk bakteri Bacillus subtilis, 0,44 bpj baku ampisilin untuk bakteri Escherichia coli, 0,70 bpj baku ampisilin untuk bakteri Staphylococcus aureus, dan 2,03 bpj baku ampisilin untuk bakteri Pseudomonas aeruginosa. Konsentrasi Hambat Minimum fraksi A terhadap Bacillus subtilis 464,16 bpj, terhadap Escherichia coli 464,16 bpj, terhadap Pseudomonas aeruginosa 68,7 bpj, dan terhadap Staphylococcus aureus 537,98 bpj.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi