
Text
Analisis Bercak Darah Sebagai Uji Pendahuluan Pada Bidang Forensik
Pemeriksaan bercak darah dalam ilmu forensik dilakukan dalam beberapa tahap. Uji pendahuluan didasarkan pada sifat peroksidasi hemoglobin, uji ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021071400217 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2023Penerbit Fakultas Farmasi Unpad : ., 2007 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2023Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Pemeriksaan bercak darah dalam ilmu forensik dilakukan dalam beberapa tahap. Uji pendahuluan didasarkan pada sifat peroksidasi hemoglobin, uji penentuan didasarkan pada sifat atom besi pada struktur hemoglobin yang mampu berikatan dengan berbagai ligan, serta pemeriksaan serologis yang didasarkan pada kemampuan hewan dalam membentuk antibodi terhadap serum manusia. Pada penelitian ini telah dilakukan analisis bercak darah manusia melalui empat tahap. Diawali dengan pemeriksaan visual melalui pengamatan secara organoleptis dan mikroskopik, dilanjutkan dengan uji pendahuluan dengan menggunakan reagen benzidin, fenoftalein dan peroksida. Uji penentuan dilakukan dengan reagen Teichmann, Wagenaar, dan Takayama. Terakhir dilakukan pemeriksaan serologis dengan melakukan uji presipitin dengan anti serum manusia. Darah ayam digunakan sebagai pembanding. Dari penelitian ini diketahui bahwa pada tahap pertama dan tahap kedua belum dapat dipastikan perbedaan antara darah manusia dan darah ayam. Tahap ketiga mulai dapat dilihat perbedaan diantara kedua sampel darah, tetapi untuk memastikan tahap keempat merupakan metode yang paling bisa dipercaya untuk membedakan darah manusia dan darah ayam.
Kata kunci : Bercak darah, Teichmann, Wagenaar, Takayama, Presipitin -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






