Detail Cantuman

Image of Toponimi kecamatan dan desa di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat

Skripsi  

Toponimi kecamatan dan desa di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat


Toponimi merupakan pengetahuan tentang nama tempat. Melalui toponimi, kita dapat melihat sejarah masyarakat yang pernah tinggal di suatu wilayah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170510150041301 EZA 18/2019Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 5)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 EZA 18/2019
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 107 hlm.: ilus.; 29,7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Toponimi merupakan pengetahuan tentang nama tempat. Melalui toponimi, kita dapat melihat sejarah masyarakat yang pernah tinggal di suatu wilayah tertentu. Setiap masyarakat memiliki cara yang berbeda-beda dalam memberi nama tempat tinggalnya, seperti nama kecamatan, desa, dan kota. Begitu pula dengan masyarakat Jatinangor yang memiliki karakter sendiri dalam memberi nama tempat tinggalnya, yang selanjutnya akan dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana cara masyarakat Jatinangor memberi nama kecamatan dan desa-desa yang ada di wilayah Kecamatan Jatinangor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini adalah perangkat Kecamatan Jatinangor, Kepala Desa di Kecamatan Jatinangor, perangkat desa, dan juga masyarakat Jatinangor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Jatinangor memberi nama tempat sesuai dengan aturan pemberian nama rupabumi di Indonesia. Nama tempat dibuat berdasarkan aspek perwujudan dan juga aspek kebudayaan yang ada di masyarakat. Bahasa Sunda mendominasi nama desa dan kecamatan, memperlihatkan bahwa masyarakat Jatinangor menunjukkan identitasnya sebagai Orang Sunda dengan menggunakan bahasa daerahnya untuk menentukan nama resmi suatu wilayah administratif. Penelitian ini juga menghasilkan temuan bahwa nama yang berbeda, yaitu Cikeruh dan Jatinangor, mewakili dua masa yang berbeda.

    Kata kunci : Toponimi, Toponimi Jawa Barat, Penamaan Tempat, Jatinangor.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi