Detail Cantuman

Image of Pernikahan dini Orang Sunda di Jatinangor : studi kasus 5 keluarga pelaku pernikahan dini

Skripsi  

Pernikahan dini Orang Sunda di Jatinangor : studi kasus 5 keluarga pelaku pernikahan dini


Penelitian ini bertujuan untuk menjelasakan tentang pernikahan dini yang terjadi di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat pada tahun ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170510140016301 BEL 17/2019Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 5)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 BEL 17/2019
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x, 86 hlm.: ilus.; 29,7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk menjelasakan tentang pernikahan dini yang terjadi di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat pada tahun 2018. Pernikahan dini di Jatinangor banyak terjadi dengan alasan yang beragam, khususnya bagi suku Sunda yang menjadi mayoritas di Jatinangor. Secara umum, pernikahan dini di Jatinangor dilaksanakan dengan dua alasan berikut, tingkat pendidikan yang rendah dan adat istiadat pernikahan Sunda yang diwariskan secara turun temurun. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data didapatkan dan dikumpulkan dari informan melalui teknik pengumpulan data berupa pengamatan (observasi) dan wawancara langsung dengan beberapa informan kunci. Informan pada penelitian ini ditentukan menggunakan purposive sampling dengan kriteria bahwa mereka adalah remaja yang menikah di usia 15-19 tahun, dan adalah orang tua dari remaja yang menikah pada rentang umur tersebut di Jatinangor. Temuan yang didapat dari penelitian ini memperlihatkan bahwa pernikahan yang terjadi pada informan dilakukan tidak memandang usia, melainkan karena keinginan diri sendiri, kurangnya pengetahuan mengenai pernikahan dini, tingkat pendidikan yang rendah, dan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh kerabat dalam keluarga menjadi faktor pernikahan dini pada remaja usia 15-19 tahun di Jatinangor. Adanya perbedaan dalam pemilihan pasangan sebelum menikah dan penyelenggaraan pernikahan dalam kebudayaan Sunda memberikan dampak sosial budaya yang berbeda pada masing-masing pasangan.

    Kata kunci: Pernikahan Dini, Keluarga Sunda.

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi