Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Upaya Pembentukan Opini Melalui Twitter Dalam Aksi Solidaritas Antarbangsa Pada Tahun 2015 Dengan Slogan Je suis Charlie


Media sosial global kini telah menjadi aktor yang signifikan dalam
hubungan internasional. Berkat kontribusi perkembangan teknologi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170210150072327 MUH 35/2019Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 2)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 MUH 35/2019
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327 MUH 35/2019
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Media sosial global kini telah menjadi aktor yang signifikan dalam
    hubungan internasional. Berkat kontribusi perkembangan teknologi komunikasi,
    media sosial global mampu memainkan peran dari outlet media global dalam
    meliput berita dan memberitakan informasi. Partisipasi publik dalam memberitakan
    informasi sangat efektif khususnya di saat terjadinya krisis kemanusiaan. Peristiwa
    yang menjadi perhatian dalam riset ini adalah serangan teroris terhadap kantor
    Charlie Hebdo pada 11 Januari 2015 yang mendapat perhatian signifikan dari
    masyarakat global yang kemudian memberikan respon dalam bentuk sebuah
    slogan, Je suis Charlie. Slogan Je suis Charlie tersebut disebarluaskan melalui
    Twitter, yang kemudian melahirkan aksi solidaritas antarbangsa.
    Riset ini mengidentifikasi dan menganalisis upaya pembentukan opini yang
    dilakukan melalui Twitter dalam aksi solidaritas antarbangsa dengan slogan Je suis
    Charlie. Dalam melakukan riset ini, periset menggunakan teori pembentukan opini
    berdasarkan agenda-setting, priming dan framing yang mendukung adanya
    pembentukan opini publik dalam demonstrasi solidaritas yang terjalin antarbangsa.
    Dalam memahami permasalahan yang diangkat, riset ini menggunakan
    metode kualitatif dengan merujuk pada penjelasan Robert E. Stake yang
    mencangkup data-data yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan, penelusuran
    dari internet, dan wawancara. Dalam kasus ini, ditemukan bahwa Twitter, melalui
    agenda-setting, priming, dan framing memiliki kapabilitas dalam menggalang opini
    publik yang kemudian juga mendorong terjadinya aksi solidaritas antarbangsa pada
    tahun 2015.
    Kata Kunci: Charlie Hebdo, Hashtag, Je suis Charlie, Media Sosial, Twitter,
    Pembentukan Opini
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi