Detail Cantuman

Image of Pola pengasuhan terkait kemandirian Tunanetra di Lembaga Swadaya Masyarakat Titipan Bangsa Cimahi

Skripsi  

Pola pengasuhan terkait kemandirian Tunanetra di Lembaga Swadaya Masyarakat Titipan Bangsa Cimahi


Mandiri merupakan salah satu cara agar suatu individu dapat bertahan. Tidak hanya bagi orang awas, mandiri juga menjadi penting bagi tunanetra. Bagi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170510150019301 ASF 15/2019Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 5)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 ASF 15/2019
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 177 hlm.: ilus.; 29,7 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Mandiri merupakan salah satu cara agar suatu individu dapat bertahan. Tidak hanya bagi orang awas, mandiri juga menjadi penting bagi tunanetra. Bagi tunanetra, kemandirian yang dibentuk perlu menggunakan metode pengasuhan yang disusun menyesuaikan kondisi mereka. Salah satu tempat yang mengadakan pengasuhan untuk menunjang kemandirian tunanetra adalah LSM Titipan Bangsa. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjelaskan mengenai pola pengasuhan terkait kemandirian tunanetra di Lembaga Swadaya Masyarakat Titipan Bangsa Cimahi. Penulis dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Kasus yang diamati dalam penelitian ini adalah pola pengasuhan yang dilakukan oleh LSM Titipan Bangsa dalam membentuk kemandirian tunanetra. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui pengamatan terlibat dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa salah satu metode dalam pengasuhan ini adalah menggunakan keluarga asuh. Keluarga asuh yang dibentuk ini mempunyai tugas untuk menggantikan peran keluarga asli dan mejalankan fungsi keluarga sebagaimana mestinya. Para tunanetra sebelum mengikuti pengasuhan di LSM Titipan Bangsa memiliki beragam hambatan dalam menjalankan aktifitas kesehariannya. Namun, dengan beragam upaya dari LSM Titipan Bangsa, hambatan-hambatan dalam melakukan aktifitas keseharian tersebut sudah mulai bisa diatasi. Saat ini, tunanetra yang mengikuti pengasuhan sudah dapat melakukan kegiatan seharihari seperti membaca, menulis, menjaga kebersihan diri dan barang pribadi, bekerja sama dengan teman sebaya dalam mencapai suatu tujuan, dan mampu bersosial dengan lingkungan sekitar.

    Kata kunci : Pengasuhan, tunanetra, keluarga asuh.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi