Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Proses Sosial Pnganut Ahmadiyah Dengan Pnganut Agama Islam Di Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi


Interaksi sosial merupakan dasar dari setiap kehidupan bersama. Tanpa interaksi
sosial tidak ada kehidupan bersama dalam masyarakat. ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170710120008301 UAB 37/2016Perpustakaan Fisip Unpad (7)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 UAB 37/2016
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 UAB 37/2016
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Interaksi sosial merupakan dasar dari setiap kehidupan bersama. Tanpa interaksi
    sosial tidak ada kehidupan bersama dalam masyarakat. Penelitian ini bermaksud
    mengkaji bagaimana proses sosial diantara masyarakat yang berlainan keyakinan.
    Fokus dari penelitian ini menkaji bentuk proses sosial Penganut Ahmadiyah dengan
    Penganaut agama Islam di kecamatan Parakansalak. Pendekatan yang digunakan
    dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif-deskriptif. Melalui pendekatan
    tersebut kita akan mendapat gambaran mengenai kondisi yang terjadi di lokasi
    penelitian. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa dalam masyarakat selalu
    terjad keteraturan sosial. Pertentangan-pertentangan yang terjadi akan segera
    diselesaikan melalui mekanisme akomodasi. Hasil penelitian ini menunjukan
    bahwa terjadi interaksi sosial antara Penganut Ahmadiyah dengan Penganut agama
    Islam. Interaksi sosial yang bersifat positif terjadi dalam aktivitas kepentingan
    bersama. Sementara dalam aktivitas agama interaksi bersifat negatif. Bentuk
    interaksi dari proses sosial yang terjadi adalah kontravensi. Pertentanganpertentangan
    yang terjadi antara penganut diselesaikan melalui konsilisasi di
    tingkat kecamatan. Keteraturan sosial tercipta lewat dua faktor. Pertama, Foktor
    dari penganut itu sendiri, yaitu toleransi. Kedua, berasal faktor dari luar, yaitu dari
    pihak Pemerintah dan aturan hukum dalam bentuk SKB 3 Menteri. Kedua pihak
    menyadari akan adanya kesatuan sosial yang lebih tinggi yaitu negara. Sehingga
    masing-masing pihak memberikan loyalitasnya kepada negara untuk senantiasa
    menjaga ketertiban umum.
    Kata Kunci : Proses Sosial, Penganut Ahmadiyah, Keteraturan Sosial
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi