
Skripsi
Implementasi Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna And Flora (CITES) oleh Afrika Selatan dalam Menangani Isu Perdagangan Ilegal Cula Badak 2010-2018
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bertambah maraknya jumlah perdagangan satwa liar ilegal di kawasan Afrika dan Asia yang mencakup pula Afrika ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210150065 327 MOH 6/2019 Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 2) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 MOH 6/2019Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2019 Deskripsi Fisik xiv, 123 hlm., 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Mohammad Wildan Hafidz -
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bertambah maraknya jumlah perdagangan satwa liar ilegal di kawasan Afrika dan Asia yang mencakup pula Afrika Selatan, dimana Afrika Selatan berperan sebagai salah satu negara penyuplai terbesar aktivitas perdagangan ilegal cula badak di dunia. Perdagangan satwa liar yang pada awalnya hanya dianggap sebagai kejahatan lingkungan, saat ini telah menjadi salah satu bentuk kejahatan transnasional yang serius karena banyaknya aktor yang terlibat dan kompleksitas kejahatan tersebut. Sebagai respon terhadap ancaman dari aktivitas perdagangan satwa liar tersebut, Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) telah melakukan berbagai upaya terbaru untuk perencanaan dan terlaksananya berbagai aktivitas kerja sama dalam melawan masalah perdagangan ilegal cula badak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan mengenai bagaimana upayaupaya implementasi CITES oleh Afika Selatan, yang merupakan salah satu negara yang meratifikasinya, dalam penanganan isu perdagangan ilegal cula badak, dengan fokus penelitian tahun 2010-2018 atau pasca dilaksanakannya Conference of the Parties (CoP) 15 yang telah meningkatkan fokus dari CITES dalam isu perdagangan ilegal cula badak di kawasan Afrika. Pendekatan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah konsep Rezim Internasional dari Stephen Krasner untuk menjelaskan bagaimana CITES sebagai sebuah rezim internasional dengan pemaparan pendekatan modified structuralism dan compliance theory untuk menjadi alat analisis utama yang digunakan peneliti dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa Afrika Selatan telah melaksanakan implementasi dari kerangka kerja yang terkandung dalam CITES dalam penanganan perdagangan ilegal cula badak. CITES juga telah menjalankan pemantauan melalui laporan tahunan yang kemudian mendorong negara anggotanya seperti Afrika Selatan untuk patuh terhadap nilai-nilai CITES.
Kata kunci : Kejahatan Transnasional, Perdagangan Satwa Liar Ilegal, Pemantauan, Rezim Internasional, CITES, Afrika Selatan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






