
Skripsi
Lapak Kaki Lima Sebagai Kepanjangan Tangan Toko
Penelitian ini berusaha mengkaji cara kerja yang ada pada pedagang kaki lima yang juga merupakan pedagang toko di daerah Pulo Jahe, Kelurahan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170510110047 301 REN 34/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (4) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 301 REN 34/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301 REN 34/2015Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Penelitian ini berusaha mengkaji cara kerja yang ada pada pedagang kaki lima yang juga merupakan pedagang toko di daerah Pulo Jahe, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif berupa studi kasus yang juga ditunjang dengan data sensus untuk medapatkan gambaran umum tentang pedagang. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini diperoleh dari informan melalui observasi (pengamatan), wawancara, dan sensus. Pada intinya, penelitian ini ingin mengetahui bagaimana karakteristik pedagang yang menjalankan dua peran sekaligus, yaitu sebagai pedagang kaki lima dan pedagang toko.
Temuan data di lapangan, terdapat dua pola berdasarkan kutub asal berdagang pada pedagang kaki lima yang juga merupakan pedagang toko di Pulo Jahe. Kutub (1) yaitu pedagang yang berasal dari pedagang kaki lima di badan jalan yang selanjutnya memiliki toko di pinggir jalan, dan kutub (2) yaitu pedagang yang berasal dari pedagang toko di pinggir jalan yang selanjutnya memiliki lapak kaki lima di badan jalan. Kedua pola kutub asal berdagang tersebut memiliki dua persamaan karakteristik, yaitu: sama-sama menambah tempat berdagang untuk diferensiasi barang dagangan, dan sama-sama menjadikan lapak kaki lima sebagai sumber pendapatan utama dan menjadikan toko sebagai penunjang lapak kaki limanya atau sebagai sumber pendapatan tambahan.
Pada tahap analisis, ternyata konsep perekonomian yang dibuat oleh Geertz yang membedakan antara karakteristik pedagang kaki lima sebagai penghuni perekonomian pasar dan karakteristik pedagang toko sebagai penghuni perekonomian firma tampaknya tidak teruji pada realitas yang ada di tempat penelitian penulis. Sebab pedagang kaki lima yang juga merupakan pedagang toko di Pulo Jahe tidak memiliki dua karakteristik yang berbeda saat berperan sebagai pedagang kaki lima maupun sebagai pedagang toko. Karena baik pedagang kaki lima maupun pedagang toko tetaplah pedagang yang berada pada ranah sirkulasi barang dagangan, bukan ranah produksi. Mereka merupakan satu entitas yang sama, hanya saja menggunakan jubah yang berbeda. Pada akhir tulisan, segala rangkaian hasil penelitian menuntun penulis untuk berkesimpulan bahwa perdagangan kaki lima bukanlah lahan bagi pedagang-pedagang kecil saja, tetapi juga dihuni oleh pedagang toko. Bahkan pedagang toko tersebut menjadikan lapak kaki limanya sebagai sumber pendapatan utamanya.
Kata Kunci: Pedagang kaki lima, pedagang toko, perekonomian pasar dan perekonomian firma, karakteristik pedagang.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






