
Skripsi
Ritual Tung Piong SebagaiBentuk Penghormatan Orang Sikka/Krowe Kepada Nitu Maten Di Desa Nele Barat Kecamatan Nele Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang fungsi ritual tung piong yang dilakukan oleh orang Sikka/Krowe. Ritual tung piong ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170510080009 301 MAR 57/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (4) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 301 MAR 57/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 301 MAR 57/2015Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang fungsi ritual tung piong yang dilakukan oleh orang Sikka/Krowe. Ritual tung piong merupakan praktek penghormatan orang Sikka/Krowe terhadap arwah nenek moyang atau leluhur. Praktek ritual tung piong masih dilakukan orang Sikka/Krowe hingga saat ini. Hal ini terjadi karena arwah nenek moyang atau leluhur memiliki posisi penting dalam kehidupan religi orang Sikka/Krowe.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Desa Nele Barat yang terletak di Kecamatan Nele, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam ritual tung piong terdiri dari dua macam ritual yang dilakukan oleh orang Sikka/Krowe, yaitu biun dan piong. Ritual tung piong ini secara disadari atau tidak, memiliki fungsi yang terdiri dari fungsi manifes dan fungsi laten.
Fungsi manifes yang terdapat dalam ritual tung piong ini, yaitu ritual sebagai usaha yang dilakukan orang Sikka/Krowe untuk meminta dukungan kepada nitu maten dan ritual sebagai cara komunikasi orang Sikka/Krowe dengan nitu maten. Fungsi laten yang ada dalam ritual tung piong adalah ritual sebagai usaha memperkokoh identitas keturunan.
Pada fungsi manifes terlihat bahwa orang Sikka/Krowe melakukan ritual tung piong secara sadar sehingga ritual tung piong sengaja dilakukan oleh orang Sikka/Krowe. Hal itu dilakukan orang Sikka/Krowe agar tercapai tujuannya. Sementara itu, dalam fungsi laten, orang Sikka/Krowe tidak menyadari bahwa praktek ritual tung piong yang dilakukannya selama ini memiliki fungsi. Hal itu terjadi karena fungsi laten merupakan fungsi yang tersembunyi, tetapi fungsinya diperoleh juga oleh orang Sikka/Krowe bersamaan dengan fungsi manifes.
Kata Kunci: religi, fungsi ritual, arwah nenek moyang atau leluhur
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






