Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Peran Dalihan Na Tolu Dalam Adat Perkawinan Batak Toba (studi kasus pada adat perkawinan batak toba marga Naibaho Di Kota Bandug)


Penelitian ini mengenai peran dalihan na tolu dalam adat perkawinan Batak Toba. Penelitian ini dilakukan pada Batak Toba marga Naibaho di kota ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170510110043301 MAR 24/2015Perpustakaan Fisip Unpad (4)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 MAR 24/2015
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 MAR 24/2015
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini mengenai peran dalihan na tolu dalam adat perkawinan Batak Toba. Penelitian ini dilakukan pada Batak Toba marga Naibaho di kota Bandung. Dengan adanya unsur-unsur dalihan na tolu, yaitu hula-hula, dongan sabutuha, dan boru dalam adat perkawinan, maka dalihan na tolu memiliki peran dalam adat perkawinan Batak Toba. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tentang peran-peran dalihan na tolu dalam adat perkawinan, sehingga dapat menggambarkan peran dari hula-hula, peran dari dongan sabutuha, dan peran dari boru dalam adat perkawinan Batak Toba.
    Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan data kualitatif. Metode deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan peran dalihan natolu dalam adat perkawinan Batak Toba. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung, wawancara, dan studi kepustakaan.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalihan na tolu sangat berperan dalam adat perkawinan Batak Toba. Segala sesuatu yang menyangkut adat perkawinan akan terlaksana dan berlangsung aman serta damai sejahtera apabila dalihan na tolu berperan. Apabila kita membicarakan hula-hula, maka sekaligus sudah turut membicarakan dongan sabutuha, boru, dan sebaliknya. Hula-hula selalu memberi petunjuk dan sangat diperhatikan keputusannya, serta selalu mendapat tempat nomor satu. Dongan sabutuha akan selalu bermusyawarah terhadap sesama dongan sabutuha untuk mencapai suatu kesepakatan dalam adat perkawinan. Boru memundak seluruh keperluan-keperluan yang dibutuhkan dalam adat perkawinan, sehingga harus selalu diterapkan rasa sayang terhadap boru.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi