Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Tutur Bayi (Studi Kasus Di Desa Gebang Kec. Bonang Kab. Demak Jawa Tengah)


Penelitian ini adalah mengenai aktivitas tutur bayi, istilah lokal disebut
ngudang, yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap bayi di Desa ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170510100065301 SUS 5/2015Perpustakaan Fisip Unpad (5)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 SUS 5/2015
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 SUS 5/2015
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini adalah mengenai aktivitas tutur bayi, istilah lokal disebut
    ngudang, yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap bayi di Desa Gebang. Tutur
    bayi adalah bentuk khusus ujaran (bunyi bahasa atau fonem) orang dewasa yang
    dianggap masyarakat penutur asli sebagai cara paling sesuai untuk berbicara
    dengan kanak-kanak dan umumnya tidak diperuntukkan bagi orang dewasa.
    Ngudang termasuk dalam kategori tutur bayi dengan kesamaan unsur-unsur antara
    lain unsur emik yang meliputi teknik tuturan, teknik timangan, dan fungsi tuturan.
    Selain itu juga terdapat unsur-unsur kebahasaan tutur bayi antara lain prosodi,
    fonem, gestur, mimik, dan emosi. Desa Gebang yang terletak di wilayah Jawa
    Tengah dijadikan sebagai lokasi penelitian tutur bayi karena memiliki karakter
    budaya masyarakat yang kuat serta mendapatkan pengaruh Islam yang melekat
    erat dalam kehidupan. Hal ini tidak terlepas dari akulturasi budaya antara
    kepercayaan animisme kemudian masuknya Hindu-Buddha serta penyebaran
    Islam oleh tokoh-tokoh besar agama Islam Jawa di daerah Demak dan sekitarnya.
    Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan
    penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang bentuk-bentuk tutur
    bayi dalam konteks masyarakat Desa Gebang, norma interaksi antara orang
    dewasa dengan bayi dan kanak-kanak dan menguraikan unsur-unsur di dalam
    kegiatan tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi,
    wawancara, dan pengumpulan data sekunder. Subyek utama penelitian adalah
    para penutur dewasa di Desa Gebang yang berusia 27-60 tahun, sedangkan subyek
    penelitian pendukung adalah bayi dengan batasan usia 0-18 bulan.
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ngudang merupakan suatu bentuk
    interaksi awal dalam kehidupan bayi dengan individu-individu di sekitarnya.
    Selain itu, ngudang juga dianggap sebagai proses sosialisasi teradap anak yang
    sedang dalam pemerolehan bahasa pertama. Aktivitas ngudang dapat dilihat dari
    dua dimensi yaitu biopsikologi dan budaya. Penelitian ini juga menemukan dua
    tipologi bentuk ngudang, berdasarkan arti kata dan usia bayi. Bentuk ngudang
    berdasarkan arti kata dapat dikelompokkan menjadi tiga antara lain gadhang,
    ngalem, dan ngujar-ujari. Sedangkan tipologi ngudang berdasarkan usia bayi
    terdiri dari tiga tipe meliputi tutur tekan, nyédhal, dan tutur timang beralun.
    Kata Kunci: tutur bayi, ngudang, interaksi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi