
Skripsi
Evaluasi Program ATCS (Area Traffic Control System) di Kota Bandung
Skripsi ini menggambarkan hasil penelitian mengenai evaluasi program ATCS (Area Traffic Control System) di Kota Bandung. Latar belakang dari ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170110140022 351 ANI 87/2018 Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 1) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 351 ANI 87/2018Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2018 Deskripsi Fisik xv, 110 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Ani Triani -
Skripsi ini menggambarkan hasil penelitian mengenai evaluasi program ATCS (Area Traffic Control System) di Kota Bandung. Latar belakang dari penulisan skripsi ini adalah peran program ATCS (Area Traffic Control System) sebagai upaya dalam penanganan manajemen lalu lintas di Kota Bandung agar diperoleh suatu kondisi pergerakan lalu lintas yang tertib, nyaman dan aman. Namun, dalam pelaksanaannya mengalami beberapa permasalahan dan tidak mengurangi jumlah pelanggaran lalu lintas di Kota Bandung. Maka dari itu, penulis tertarik untuk meneliti Evaluasi Program ATCS (Area Traffic Control System) di Kota Bandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori dari Stufflebeam (2002) yang terdiri dari empat komponen evaluasi program yaitu Evaluasi Konteks, Evaluasi Masukan, Evaluasi Proses dan Evaluasi Produk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian berdasarkan wawancara dan observasi di lapangan, menunjukkan bahwa Evaluasi Program ATCS (Area Traffic Control System) di Kota Bandung belum mencapai tujuannya dilihat dengan teori Stufflebeam mengenai empat komponen yang dapat dievaluasi dari suatu program. Pertama evaluasi konteks, pada aspek kebutuhan dimana perangkat dalam program ATCS masih kurang dan tidak semua persimpangan terkoordinasi dengan baik. Sehingga berdampak pada tujuan dalam menciptakan optimasi kinerja jaringan jalan pun masih belum tercapai. Pada aspek aset dimana petugas Aparatur Sipil Negara yang menangani program ATCS masih kurang, juga tidak adanya peluang untuk mendapatkan bantuan program dari instansi lain yang tujuannya sejalan dengan program ATCS. Kedua evaluasi masukan, dimana tidak ada kejelasan rencana kerja dan standar operasional prosedur. Ketiga evaluasi proses, permasalahan yang muncul seperti Seksi Manajemen Transportasi memiliki tugas yang banyak selain program ATCS, sehingga petugas tidak fokus pada tugas pokok dan fungsinya sebagai pelaksana program ATCS. Terakhir evaluasi produk, permasalahan yang masih muncul seperti tujuan dari program ATCS (Area Traffic Control System) yang sepenuhnya belum tercapai.
Kata kunci : Evaluasi Program, ATCS (Area Traffic Control System), Manajemen Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Bandung.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






