
Skripsi
Koordinaso Bappeda Dalam Pelaksanaan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Balikpapan tahun 2013
Skripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai Koordinasi BAPPEDA Dalam Pelaksanaan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Balikpapan Pada Kawasan Lindung ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170410100107 320 ABR 65/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (4) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 320 ABR 65/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 320 ABR 65/2015Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Skripsi ini merupakan hasil penelitian mengenai Koordinasi BAPPEDA Dalam Pelaksanaan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Balikpapan Pada Kawasan Lindung dan Budidaya Tahun 2013. Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan beberapa indikasi masalah seperti pemanfaatan ruang yang kurang terkendali karena banyak alih fungsi lahan yang tidak sesuai. Dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam rencana tata ruang wilayah, tumpang tindih (overlapping) penggunaan lahan, perambahan dan penebangan liar oleh sekelompok masyarakat seperti yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW). Kawasan tersebut merupakan kawasan resapan utama bagi sumber air untuk Kota Balikpapan dimana hal ini menimbulkan peluang besar bagi terbentuknya perluasan lahan terbuka dan lahan krisis yang rentan terhadap erosi tanah.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metude deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dalam metode kualitatif data diperoleh dari berbagai sumber dengan cara menggunakan teknik pengumpulan data dan dilakukan secara terus-menerus sampai datanya jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan, dokumentasi dan wawancara. Variabel yang terdapat dalam skripsi ini adalah variabel mandiri, yaitu koordinasi, yang mengambil teori dari Talizuduhu Ndraha yang mengungkapkan bahwa koordinasi memiliki tujuh dimensi koordinasi yaitu koordinasi waktu, ruang, interinstitusional, fungsional, struktural, perencanaan dan masukan-balik.
Berdasarkan penelitian di lapangan, dapat disimpulkan bahwa tujuh bentuk koordinasi yang telah disebutkan diatas sudah dilaksanakan. Koordinasi yang baik antara BAPPEDA dan pihak-pihak lain yang terkait menghasilkan pelaksanaan rencana tata ruang wilayah Kota Balikpapan yang sesuai dengan regulasi dan aturan yang berlaku. vii Saran yang dapat diberikan seperti rapat koordinasi perlu menghasilkan skala prioritas kegiatan yang akan dilaksanakan, mengoptimalkan pembentukan BWP dan melakukan sosialisasi mengenai jenis-jenis pemanfaatan ruang kepada masyarakat, dan menjaga kedisiplinan instansi-intansi pemerintah dalam melaksanakan fungsinya.
Kata Kunci : Rencana Tata Ruang Wilayah, Koordinasi BAPPEDA Kota Balikpapan, Pelaksanaan RTRW
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






