Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Pengawasan Tempat Penjualan Minuman Beralkohol oleh Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung


Skripsi ini merupakan hasil penelitian penulis mengenai pengawasan tempat penjualan minuman beralkohol yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170110110012351 EUI 109/2015Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 EUI 109/2015
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351 EUI 109/2015
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Skripsi ini merupakan hasil penelitian penulis mengenai pengawasan tempat penjualan minuman beralkohol yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung terhadap tempat penjualan minuman beralkohol. Hal ini diindikasikan dengan masih terdapatnya tempat-tempat penjualan minuman beralkohol yang melanggar Peraturan Daerah Kota Bandung No. 11 Tahun 2010 tentang Pelarangan, Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol sebagai peraturan yang dijadikan standar dalam pengawasan. Teori yang penulis gunakan adalah tahap-tahap proses pengawasan yang dikemukakan oleh T. Hani Handoko (2013), yaitu penetapan standar, penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan, pengukuran pelaksanaan kegiatan, pembandingan pelaksanaan dengan standar dan analisis penyimpangan, serta pengambilan tindakan koreksi bila diperlukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan. Dalam studi kepustakaan, data diperoleh dengan membaca dan mempelajari buku-buku dan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan objek penelitian. Sedangkan data dalam studi lapangan diperoleh melalui observasi non partisipan dan juga melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 5 (lima) tahapan pengawasan, hanya 1 (satu) pengawasan yang telah dilaksanakan dengan sepenuhnya. Tahapan tersebut adalah tahapan kedua yaitu penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan, yang merupakan tahapan untuk menentukan metode dan waktu pengawasan. Sedangkan untuk tahapan lainnya belum dilaksanakan sepenuhnya, karena hasil penelitian menunjukan bahwa dalam standar yang digunakan masih terdapat beberapa hal yang belum jelas. Kemudian pengawasan belum dilaksanakan secara terusmenerus, dan masih terdapatnya pengulangan penyimpangan yang menunjukan lemahnya tindakan koreksi yang berikan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa, pengawasan tempat penjualan minuman berlakohol yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan belum optimal karena belum sesuai dengan tahapan proses pengawasan. Sehingga penulis menyarankan agar pengawasan dilakukan berdasarakan tahapan proses pengawasan. Selain itu, juga melakukan peninjauan ulang standar, membuat SOP (Standard Operational Procedur), melakukan koordinasi dengan pemerintah di tingkat kecamatan untuk bekerjasama dalam melakukan pengawasan. Kata Kunci : Pengawasan, Tempat Penjualan Minuman Beralkohol, Kota Bandung
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi