
Skripsi
Proses Rehabilitasi Gangguan Jiwa (SKIZOFRENIA) Di Tasik Malaya Jawa Barat
Skizofrenia adalah salah satu bentuk penyakit gangguan jiwa yang ada sejak zaman dulu dan orang menganggapnya sebagai aib. Banyak orang awam yang ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170310100041 362 REY 26/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (3) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 362 REY 26/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 362 REY 26/2015Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Skizofrenia adalah salah satu bentuk penyakit gangguan jiwa yang ada sejak zaman dulu dan orang menganggapnya sebagai aib. Banyak orang awam yang salah mengerti ketika memberikan pengobatan terhadap keluarganya yang menderita penyakit ini, mulai dari dipasung, dibawa kedukun, bahkan sampai ada yang didiamkan terlantar hingga terkena penyakit dan diasingkan dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Semua hal ini bukan membantu menyembuhkan, tetapi akan lebih memperparah sakitnya.
Di daerah Eks Terminal Cilembang tepatnya di Kota Tasikmalaya, terdapat sebuah yayasan sosial yang menangani orang-orang psikotik atau skizofrenia. Pak Dadang Heryadi selaku pendiri bersama pengurus Yayasan Mentari Hati Tasikmalaya melakukan kegiatan rehabilitasi untuk orang yang mengidap penyakit skizofrenia atau psikotik di Kota Tasikmalaya. Tahapan penyembuhan yang dilakukan berdasarkan tahapan yang dibuat oleh Dirjen Rehabilitasi dan Reintegrasi Sosial tahun 2009 yaitu terapi dan rehabilitasi, resosialisasi dan penyaluran, bimbingan lanjut dan pengembangan, serta evaluasi dan terminasi.
Kekurangan yayasan dalam menjalankan kegiatan rehabilitasi adalah belum adanya tenaga kerja professional yang memang ahli di bidang rehabilitasi sosial, selain itu kendala dana untuk pemenuhan kebutuhan di yayasan juga masih cukup minim, maka penulis menyarankan untuk dilakukan perencanaan strategis melalui metode SWOT. Dalam kegiatannya yayasan akan membuat perencanaan yang baru dengan didampingi seorang ahli seperti Pekerja Sosial untuk melihat aspek kelemahan dan kelebihan internal yayasan serta melihat peluang dan ancaman yang mungkin terjadi. Hal ini diusulkan agar dengan keterbatasan yang ada, yayasan bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki secara maksimal, manfaat lainnya agar terpenuhinya kebutuhan dalam mencapai visi dan misi yayasan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






