
Skripsi
Kebijakan Luar Negeri Jerman Dalam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa - Bangsa (DK PBB) Terhadap Krisi Libya 2011
Nyne Yesajima, Kebijakan Luar Negeri Jerman dalam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terhadap Krisis Libya 2011. Program Studi ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210100099 327 NYN 137/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (2) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 NYN 137/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 NYN 137/2015Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Nyne Yesajima, Kebijakan Luar Negeri Jerman dalam Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terhadap Krisis Libya 2011. Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran, 2015.
Pada tahun 2011, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi 1973 mengenai penjatuhan sanksi demi menghentikan krisis yang terjadi di Libya. Jerman saat itu sebagai salah satu negara anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB memilih untuk abstain dalam pemungutan suara resolusi tersebut. Keputusan Jerman untuk abstain dinilai telah mengejutkan berbagai pihak terutama sekutu dekat Jerman selama ini yakni, Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis selaku negara pendukung resolusi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan alasan dibalik keputusan Jerman untuk abstain dalam pemungutan suara Resolusi DK PBB 1973 tersebut.
Peneliti menggunakan realisme neoklasik sebagai kerangka analisis dalam rangka untuk menjelaskan kebijakan luar negeri Jerman. Dimana perilaku kebijakan luar negeri Jerman untuk abstain tidak hanya semata-mata dipengaruhi oleh struktur sistem internasional tetapi juga karena adanya pengaruh dari dalam negeri seperti persepsi para elit dan struktur politik domestik Jerman yang akhirnya mendorong Jerman untuk memilih abstain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan berbagai literatur dan dokumen resmi mengenai keputusan Jerman ini.
Dengan adanya pertimbangan penting dari politik dalam negerinya serta persepsi elitnya, Jerman memilih untuk abstain di dalam forum tersebut. Dengan memilih abstain Jerman menunjukkan keengganannya terhadap penggunaan militer demi menghentikan krisis di Libya, dimana hal ini sejalan dengan persepsi elitnya yang memang skeptis dan meragukan keefektifitasan dari resolusi tersebut.
Kata Kunci: Kebijakan Luar Negeri Jerman, Realisme Neoklasik, Krisis Libya 2011, Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






