
Skripsi
Kepentingan Nasional Indonesia Mengenai Tidak Diratifikasinya Framework Convention On Tobacco Control (FCTC)
Roxas Reyhan Montezuma, Kepentingan Nasional Indonesia Mengenai
Tidak Diratifikasinya Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210080195 327 ROX 27/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (2) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 ROX 27/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 ROX 27/2015Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Roxas Reyhan Montezuma, Kepentingan Nasional Indonesia Mengenai
Tidak Diratifikasinya Framework Convention on Tobacco Control (FCTC).
Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik, Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Februari 2015
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kebijakan luar negeri Indonesia
untuk Mencapai kepentingan nasionalnya Indonesia dengan tidak meratifikasi
Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Penelitian ini menggunakan
pendekatan, kepentingan nasional, rezim internasional serta kebijakan luar negeri
dan teori neorealisme dalam melakukan analisis. Metode penelitian yang
digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif analitif. Dalam penelitian
ini, peneliti melihat Indonesia yang merupakan bagian dari Negara-Negara
tersebut memilih untuk tidak menandatangani FCTC. Bahkan Indonesia menjadi
satu-satunya Negara di kawasan Asia dan Pasifik yang belum menadatangani
apalagi meratifikasinya. Tingginya kekhawatiran pemerintah Indonesia terhadap
dampak yang akan ditimbulkan jika kesepakatan tersebut diterapkan merupakan
penyebab utama tidak diratifikasinya FCTC di Indonesia saat ini. Adapun bentukbentuk
kekhawatiran tersebut terlihat pada kekhawatiran akan matinya industri
rokok nasional yang akan berdampak pada penurunan pendapatan negara, serta
meningkatkan angka pengangguran. Adapun teknik pengumpulan data yang
dilakukan adalah melalui studi literature dan sumber-sumber yang diperoleh dari
internet juga mewawancarai narasumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penolakan terhadap FCTC yang
dilakukan oleh pemerintah Indonesia merupakan suatu bentuk proteksi atau
perlindungan terhadap industri pengolahan tembakau (rokok) nasional.
kepentingan ekonomi dari sektor industri pengolahan tembakau cukup besar baik
dari sisi devisa bagi negara, yang berupa surplusnya neraca perdagangan rokok
Indonesia, penyerapan tenaga kerja di sektor perkebunan baik perkebunan
tembakau maupun cengkeh, penyerapan tenaga kerja di sektor industri pengolahan
tembakau terutama pada industri rokok jenis SKT (Sigaret Kretek Tangan) yang
merupakan industri padat tenaga kerja. dengan meratifikasi dan menandatangani
FCTC maka pemerintah Indonesia akan kehilangan sektor ekonomi dari sektor
industri pengolahan tembakau. Hal ini dikarenakan isi dari FCTC merupakan
suatu bentuk kebijakan di perdagangan internasional yang dikenal dengan
kebijakan (hambatan) tarif dan kebijakan (hambatan) non tarif.
Kata Kunci: Framework Convention on Tobacco Control, Kebijakan Luar
Negeri, Kepentingan Nasional, Rezim Internasional, Tembakau.
iii
ABSTRACT
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






