
Skripsi
Upaya Pengendalian Informasi Oleh Amerika Serikat Untuk Agenda Pasca Invasi Operation Iraqi Freedom 2003
Ravio Patra. 170210110019. Upaya Pengendalian Informasi oleh
Amerika Serikat untuk Agenda Pascainvasi dalam Operation Iraqi Freedom
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210110019 327 RAV 125/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (2) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 RAV 125/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 RAV 125/2015Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Ravio Patra. 170210110019. Upaya Pengendalian Informasi oleh
Amerika Serikat untuk Agenda Pascainvasi dalam Operation Iraqi Freedom
2003. Program Studi Hubungan Internasional. Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik. Universitas Padjadjaran. Jatinangor. Desember 2015.
Penelitian ini merupakan sebuah studi kepustakaan yang bertujuan untuk
memaparkan analisis yang kritis terhadap upaya pengendalian informasi yang
diterapkan Amerika Serikat ketika memimpin invasi militer ke Irak pada tahun
2003 melalui Operation Iraqi Freedom. Upaya ini, terkait dengan bagaimana
kebijakan dipengaruhi oleh persepsi publik, merupakan komponen strategis dari
agenda militer Amerika Serikat di Irak.
Pada fase invasi, keberadaan media bukan lagi sebagai ‘pengamat’ dari luar
medan pertempuran, akan tetapi langsung berada di tengah-tengah medan
pertempuran. Hal ini dimungkinkan oleh adanya program embedded journalism
dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang menjadi solusi bagi media
yang sering mengeluhkan terbatasnya akses bagi jurnalis di medan perang untuk
mendapatkan informasi yang utuh.
Desain penelitian kualitatif Robert E. Stake menjadi metode penelitian yang
digunakan dalam melakukan interpretasi terhadap narasi-narasi penelitian. Teori
propaganda perang, diskursus hubungan media dan militer, serta kajian jurnalisme
perang menjadi alat analisis untuk memahami obyek kajian serta
menginterpretasikan data-data primer berupa hasil wawancara dan dokumendokumen
resmi yang diperoleh.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bagaimana upaya pengendalian
informasi melalui program embedded journalism menjadi bagian penting dari
agenda pascainvasi Amerika Serikat dan pasukan koalisi di Irak. Melalui upaya
pengendalian informasi tersebut, operasi militer di Irak berhasil dibingkai sebagai
bagian dari kampanye perang global terhadap teror yang diusung oleh Amerika
Serikat setelah serangan 11 September 2001 di New York.
Kata kunci: pengendalian informasi, media, militer, embedded journalism,
operation iraqi freedom, perang global terhadap teror
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






