Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Kontroversi Penerapan Convention On The Elimination Of All Forms Of Discrimination Against Women (CENDAW) Pada Masa Pemerintahan Reccep Tayyip Erdogan Tahun 2010-2015 Di Turki


Jamal Baziad. Kontroversi Penerapan Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) pada Masa Pemerintahan Reccep ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170210110034327 JAM 118/2015Perpustakaan Fisip Unpad (2)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 JAM 118/2015
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327 JAM 118/2015
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Jamal Baziad. Kontroversi Penerapan Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) pada Masa Pemerintahan Reccep Tayyip Erdogan tahun 2010-2015 di Turki. Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran. September, 2015.
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan isu diskriminasi terhadap wanita secara global. Respon terhadap perkembangan isu tersebut ditandai dengan terbentuknya CEDAW pada tahun 1981 sebagai salah satu konvensi yang melawan diskriminasi terhadap wanita. Dengan adanya dukungan dari PBB, negara-negara yang berada di bawah Majelis Umum PBB meratifikasi konvensi tersebut. Namun pada penerapannya tidak semua negara yang sudah meratifikasi, menerapkan konvensi tersebut. Salah satunya adalah Turki pada masa Pemerintahan Erdogan. Menurut UN Women, Turki merupakan salah satu negara yang tidak sepenuhnya menerapkan nilai-nilai CEDAW. Hal ini bisa dilihat melalui angka diskriminasi terhadap wanita yang berada di atas rata-rata. Dengan kata lain, terdapat kontroversi dalam penerapan CEDAW pada masa Pemerintahan Erdogan. Kontroversi tersebut terjadi diantara penerapan nilai-nilai CEDAW atau mempertahankan nilai-nilai lokal yang ada di Turki.
    Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai kontroversi dalam penerapan CEDAW pada masa Pemerintahan Erdogan tahun 2010-2015 di Turki. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan feminisme postkolonial, feminisme global, dan state feminism.
    Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kontroversi penerapan CEDAW pada masa Pemerintahan Erdogan terjadi karena terdapat fragmentasi hak asasi manusia, terdapat hierarki dalam implementasi hak asasi manusia, terdapat perbedaan perspektif antara aktor negara dan aktor non-negara terkait dengan diskriminasi wanita, dan terdapat negative obligations dalam penerapan hak asasi manusia pada masa Pemerintahan Erdogan.
    Kata Kunci:
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi