
Skripsi
Renegosiasi Perjanjian Penjualan Dan Pembelian Liquefied Natural Gas Tangguh Antara Indonesia Dan Tiongkok (2009-2014)
Talitha Anandini 170210110027, Renegosiasi Perjanjian Penjualan dan Pembelian Liquefied Natural Gas antara Indonesia dan Tiongkok (2009-2014). ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210110027 327 TAL 107/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (2) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 TAL 107/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 TAL 107/2015Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Talitha Anandini 170210110027, Renegosiasi Perjanjian Penjualan dan Pembelian Liquefied Natural Gas antara Indonesia dan Tiongkok (2009-2014). Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran. September 2015.
Menyimpan lebih dari 14,4 tcf cadangan gas bumi, lapangan gas Tangguh difungsikan sebagai lapangan produksi LNG komersil guna meningkatkan pemasukan negara Indonesia. Pada tahun 2002 Tiongkok menjadi salah satu pembeli dari proyek ini melalui sebuah Perjanjian Jual Beli (PJB) yang menyepakati bahwa Indonesia akan memasok 2,6 juta ton LNG per tahun untuk Provinsi Fujian dengan harga jual sebesar USD 2,67 per MMBtu selama 25 tahun. Penetapan harga kesepakatan ini di kemudian hari menyebabkan kerugian di pihak Indonesia sehingga menghambat Indonesia dalam mencapai kepentingannya. Permasalahan ini diangkat menjadi suatu pertanyaan penelitian, yakni bagaimana Indonesia mempertahankan kepentingannya dalam PJB LNG Tangguh dengan Tiongkok. Dalam menjawab pertanyaan ini, penelitian dirancang menggunakan metode penelitian kualitatif yang dibatasi pada studi kasus Perjanjian Jual Beli Gas Alam Cair Tangguh antara Indonesia dan Tiongkok selama periode 2009-2014. State Power Theory dari perspektif realisme secara khusus digunakan untuk memaparkan rangkaian renegosiasi Indonesia dalam menaikan harga jual LNG Tangguh kepada Tiongkok selama periode 2009-2014 sebagai upaya Indonesia mempertahankan kepentingannya dalam PJB LNG Tangguh. Hasil penelitian menunjukan bahwa struktur perdagangan yang terbuka antara Indonesia dan Tiongkok merupakan latar belakang utama atas terjadinya pergeseran kepentingan di kedua belah pihak sehingga renegosiasi dapat dilakukan. Renegosiasi sendiri dilakukan dalam tiga fase yakni fase diagnostik, formulasi, dan detail. Temuan penelitian ini menunjukan bahwa Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat sebagai penjual dibandingkan dengan Tiongkok sehingga Indonesia berhasil menaikan harga jual LNG Tangguh terhadap Tiongkok.
Kata Kunci: Renegosiasi, PJB LNG Tangguh Indonesia-Tiongkok, Struktur Perdagangan, State Power Theory
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






