Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Kepentingan Rusia Dalam Resolusi Konflik Azerbaijan Dan Armenia


Setiap sejarah yang terukir selalu meninggalkan bekas dan warisan. Salah satunya
adalah warisan pembagian teritorial yang tidak selalu sesuai ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170210113001327 BAD 113/2015Perpustakaan Fisip Unpad (2)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 BAD 113/2015
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327 BAD 113/2015
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Setiap sejarah yang terukir selalu meninggalkan bekas dan warisan. Salah satunya
    adalah warisan pembagian teritorial yang tidak selalu sesuai dengan kondisi
    budaya dan keberadaan etnis. Nagorno-Karabakh secara teritorial masuk ke dalam
    Azerbaijan, namun etnis mayoritas disana berasal dari Armenia. Kepentingan
    kedua negara bertemu di Nagorno-Karabakh dan mengakibatkan konflik yang
    hingga saat ini tidak terselesaikan sejak usainya Perang Dingin. Konflik ini tidak
    luput dari perhatian Rusia yang memang memiliki kedekatan secara geografis dan
    memiliki perhatian terhadap situasi yang terjadi di wilayah sekitar kawasan
    Kaukasus. Melalui posisinya sebagai cochair dalam OSCE Minsk Group bersama
    dengan Perancis dan Amerika Serikat, Rusia terlibat dalam upaya-upaya resolusi
    konflik Nagorno-Karabakh. Dengan menggunakan kerangka pemikiran peran
    pihak ketiga dan mediasi, penelitian ini berusaha menggambarkan dan
    mengevaluasi keterlibatan Rusia dalam upaya resolusi konflik Nagorno-Karabakh.
    Melalui penelitian yang dilakukan, skripsi ini menyimpulkan bahwa Rusia terlibat
    secara positif dengan memfasilitasi komunikasi dan negosiasi, namun di sisi lain
    juga menjadi pihak yang berpotensi memicu ketegangan hubungan antara
    Armenia dan Azerbaijan.
    Setiap sejarah terakhir selalu meninggalkan bekas dan warisan. Salah satunya
    adalah warisan pembagian teritorial yang tidak selalu sesuai dengan kondisi
    budaya dan keberadaan etnis. Azerbaijan dikenal sebagai “Tanah Api”karen
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi