
Skripsi
Proteksi Perdagangan Local Content Sebagai Hambatan Non-Quantitative Pemerintah Indonesia Dalam Perdagangan Internasional Periode 2009-2014
Ariroza Sunjay. 170210110004. Proteksi Perdagangan Local Content
Sebagai Hambatan Non-Quantitative Pemerintah Indonesia dalam Perdagangan
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210110004 327 ARI 76/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (2) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 ARI 76/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 ARI 76/2015Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Ariroza Sunjay. 170210110004. Proteksi Perdagangan Local Content
Sebagai Hambatan Non-Quantitative Pemerintah Indonesia dalam Perdagangan
Internasional Periode 2009-2014. Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu
Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran.
Local Content adalah suatu proteksi perdagangan internasional yang
bersifat non-tariff dan non-quantitative dikarenakan hambatannya tidak dalam
bentuk hitungan pajak tertentu dan juga tidak berkaitan dengan kuantitas atau
kuota barang tertentu. Local Content dianggap sebagai salah satu hal yang
menjadi hambatan bagi produk asing untuk dapat masuk ke suatu negara
dikarenakan produk asing harus mengandung sejumlah persentase kandungan
lokal dari negara domestik. Hal ini mengundang permasalahan karena di satu sisi
WTO sebagai rezim internasional dalam bidang perdagangan berusaha
menciptakan perdagangan yang bebas dan meniadakan hambatan dalam
perdagangan internasional, namun di sisi lain Pemerintah RI sebagai salah satu
negara anggota WTO berusaha untuk tetap dapat melakukan hambatan demi
melindungi perekonomian nasional tanpa harus melanggar ketentuan dan prinsipprinsip
WTO yang telah disepakati.
Penelitian ini berfokus pada bagaimana hambatan local content dilakukan
oleh Pemerintah RI dan bagaimana proses tersebut berlangsung. Hal ini berusaha
dipahami melalui konsep-konsep seperti konsep hambatan dalam perdagangan
internasional, dan konsep local content di dalam kerangka berpikir neomerkantilisme.
Penggunaan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data
melalui wawancara kepada pihak-pihak yang terkait dan melalui studi literatur
membuat peneliti dapat mengambil kesimpulan penelitian atas data-data yang
diperoleh. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa hambatan local content yang
merupakan salah satu bentuk proteksi perdagangan pemerintah RI dilakukan
melalui government procurement dan pada akhirnya local content tidak mutlak
berupa hambatan perdagangan melainkan merupakan suatu upaya sistematis
pemerintah yang berguna untuk melindungi industri domestik serta meningkatkan
investasi yang lebih luas di Indonesia.
Kata Kunci: Hambatan Perdagangan Internasional, Local Content, Government
Procurement, Neo-Merkantilisme, TKDN, Pemerintah RI
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






