
Skripsi
Hububgan Interdependensi Indonesia Australia Dalam Kerjasama Isu Penanganan Pencari Suaka Yang Datang Menggunakan Jalur Laut Ilegal Tahun 2008-2013
Judul : Hubungan Interdependensi Indonesia – Australia dalam Kerjasama Isu Penanganan Pencari Suaka Yang Datang Melalui Jalur Laut Illegal Tahun ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210100109 327 YUB 77/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (2) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 YUB 77/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 YUB 77/2015Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Judul : Hubungan Interdependensi Indonesia – Australia dalam Kerjasama Isu Penanganan Pencari Suaka Yang Datang Melalui Jalur Laut Illegal Tahun 2008-2013
Interdependensi adalah hal yang tidak bisa dihindari dalam studi HI terutama apabila kita ingin memahami kondisi sistem internasional yang ada sekarang ini. Kerjasama sebagai isu utama dalam studi ini telah menjadikan hubungan ketergantungan yang muncul memiliki timbal balik satu sama lain meskipun tidak selalu dengan tingkatan yang sama. Untuk melihat tingkat interdependensi dalam suatu hubungan, menurut Keohane dan Nye (2001) yang harus dilihat adalah dimensi kepekaan (sensitivity) dan kerentanan (vulnerability) dari suatu isu bagi masing masing pihak yang terlibat. Dalam isu penanganan pencari suaka bagi Indonesia dan Australia yang akan dibahas dalam penelitian ini, untuk menghadapi lonjakan jumlah pencari suaka yang datang ke Australia terutama mereka yang menggunakan jalur laut illegal (Irregular Maritime Arrivals atau Boat People), pada tahun 2008 Australia mempererat kerjasama penanganan pencari suaka dengan Indonesia yang sering digunakan sebagai negara transit para pencari suaka. Kepekaan dan kerentanan dari isu ini bagi Australia dapat dilihat sebagai sumber kunci potensi power politik bagi kebijakan penanganan pencari suaka yang dilakukan Indonesia dan begitu pula sebaliknya dengan Australia. Menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus dan melalui pengamatan terhadap berbagai program kerjasama terbentuk antara kedua negara sampai tahun 2013 seperti implementasi dari Traktat Lombok, bantuan luar negeri yang dicurahkan Australia untuk pembangunan fasilitas pendetensian bagi para pencari suaka di Indonesia dan juga kerjasama police to police yang dilakukan, peneliti melihat bagaimana kepekaan dan kerentanan isu ini bagi Australia telah menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia.
Kata Kunci : Indonesia, Australia, kerjasama, refugee, pencari suaka, Irregular Maritime Arrivals (IMA), Interdependensi asimetris, sensitivity, vulnerability
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






