Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Pelanggaran Hak Asasi Manusia Oleh Gerakan Terorisme ISIS ( Islamic State Of Iraq And Syria) Pada Kasus Perebutan Wilayah Di Irak Tahun 2013-2014


Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merupakan salah satu kelompok
terorisme yang saat ini sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170210110068327 KRI 48/2015Perpustakaan Fisip Unpad (2)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 KRI 48/2015
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327 KRI 48/2015
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merupakan salah satu kelompok
    terorisme yang saat ini sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat
    internasional. Berbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh ISIS ini melanggar
    hak asasi manusia warga Irak. Hak asasi manusia merupakan salah satu hal yang
    harus dan pasti dimiliki oleh setiap manusia. Tetapi, ISIS mengabaikan hak-hak
    dasar warga Irak dengan berbagai kekerasan dan kekejaman yang dilakukannya
    yang termasuk ke dalam bentuk kejahatan kemanusiaan. Pelanggaran terhadap
    hak asasi manusia yang dilakukan oleh ISIS dalam upayanya merebut wilayah
    Irak dan mendirikan Negara Islam di sana juga bertentangan dengan instrumen
    HAM, baik nasional maupun internasional, seperti Sepuluh Hak Dasar Manusia,
    Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights)
    dan International Covenant on Civil & Political Rights (ICCPR). Selain itu
    berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh ISIS terhadap warga Irak pun
    melanggar nilai-nilai liberalisme, yakni life, liberty, dan property. Dengan begitu,
    kekerasan yang dilakukan ISIS di Irak dalam upayanya merebut wilayah-wilayah
    Irak untuk mendirikan Negara Islam melanggar hak asasi manusia yang berlaku
    secara universal.
    Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen utamanya adalah
    peneliti digunakan dalam menghasilkan kesimpulan dari bentuk-bentuk
    pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh ISIS tersebut. Interpretasi
    peneliti didasarkan pada wawancara yang telah dilakukan kepada instansi
    pemerintahan, seperti Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta Badan
    Nasional Penanggulangan Terorisme, yang kemudian dilengkapi dengan studi
    literatur dan penelitian-penelitian terdahulu. Melalui metode tersebut maka dapat
    diambil kesimpulan bahwa ISIS merupakan kelompok terorisme yang telah
    melakukan berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia berdasarkan instrumen
    HAM yang ada dan berlaku secara universal. Bentuk-bentuk pelanggaran tersebut
    yakni pembunuhan, pemerkosaan, penculikan, pembatasan terhadap kebebasan,
    dan beberapa bentuk kekerasan lainnya. Hal tersebut menjadikan ISIS sebagai
    kelompok terorisme yang melakukan pelanggaran berat terhadap hak asasi warga
    Irak. Hal ini pun menjadikan posisi ISIS bertentangan dengan paham liberalisme.
    Kata kunci: ISIS, Terorisme, Hak Asasi Manusia, Universal Declaration of
    Human Rights, Liberalisme
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi