Skripsi
Revitalisasi Organisasi Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum dikenalnya organisasi yang memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170110100065 351 NIK 72/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 1) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 351 NIK 72/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 NIK 72/2015Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Nike Mutiara Fauziah -
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum dikenalnya organisasi yang memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik ini oleh masyarakat Jawa Barat. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari studi kepustakaan dan studi lapangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena penelitian ini bermaksud meneliti cara kerja sebuah organisasi secara mendalam dari segi prosesnya. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dengan membadingkan informasi yang didapat dari berbagai sumber dengan latar belakang serta pemahaman yang berbeda. Penelitian ini menggunakan landasan teori revitalisasi organisasi yang diungkapkan oleh James Francis J.Gouillart dan N. Kelly, banyak hal menarik yang dapat dieksplorasi pada Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan teori ini. Dalam teori revitalisasi organisasi menurut James Francis J.Gouillart dan N. Kelly terdapat tiga tahapan dalam proses revitalisasi organisasi, yaitu achieving market focus (memperoleh fokus pasar), inventing new businesses (menciptakan bisnis baru), dan change the rule through information technologi (merubah aturan dengan pemanfaatan teknologi informasi). Berdasrkan hasil penelitian disimpulan bahwa dalam kerangka teori revitalisasi organisasi Ombudsman sebagai lembaga negara yang memiliki tugas sebagai pengawas pelayanan publik belum bisa menghubungkan antara tujuan organisasi dengan harapan publiknya. Hal ini disebabkan oleh intensitas sosialisasi yang kurang, program-program baru untuk lebih mengenalkan keberadaan dan tugas serta kewenangan belum secara efektif dilaksanakan, dan pemanfaatan teknologi informasi untuk membantu meningkatkan efisiensi tugas dan pengembangan organisasi belum berjalan efektif. Kata Kunci : Revitalisasi Organisasi, Kontrol Sosial, Pelayanan Publik
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






