Detail Cantuman

Image of Kinerja Penyuluh Pertanian di Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Program Penyuluhan (UPT-PPP) Pacet Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Kabupaten Bandung

Skripsi  

Kinerja Penyuluh Pertanian di Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Program Penyuluhan (UPT-PPP) Pacet Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Kabupaten Bandung


Penelitian ini berjudul Kinerja Penyuluh Pertanian di Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Program Penyuluhan (UPT-PPP) Badan Ketahanan Pangan dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170110100057351 RIK 63/2015Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 1)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    351 RIK 63/2015
    Penerbit FISIP Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    351 RIK 63/2015
    Tipe Isi
    text
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini berjudul Kinerja Penyuluh Pertanian di Unit Pelaksana Teknis Pengendalian Program Penyuluhan (UPT-PPP) Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian (BKPPP) Kabupaten Bandung. Penelitian ini terkait dengan pentingnya peran penyuluh pertanian di wilayah UPT-PPP Pacet. Kondisi petani di wilayah tersebut masih memiliki tingkat kemampuan pengolahan pertanian yang rendah. Sayangnya, kinerja penyuluh pertanian di wilayah tersebut masih rendah. Hal tersebut dilihat dari banyaknya program-program penyuluhan yang memiliki pencapaian kurang dari 100%.Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya kinerja penyuluh pertanian di UPT-PPP Pacet. Penelitian ini menggunakan teori dari Hersey dan Goldsmith (1996) yang menjelaskan tujuh faktorfaktor yang mempengaruhi kinerja individu menggunakan model ACHIEVE, yaitu Ability, Clarity, Help, Insentive, Evaluation, Validity, dan Environment. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan berupa observasi non partisipan, wawancara, dan analisis dokumen. Teknik penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa dari segi ability terdapat perbedaan kemampuan dalam penguasaan teknologi antara penyuluh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPPP). Dari segi clarity, diketahui adanya ketidakjelasan tugas dan tumpang tindih tugas yang diberikan oleh instansi lain selain BKPPP Kabupaten Bandung. Dari segi help diketahui bahwa ketersediaan petugas di lapangan masih kurang, sehingga beban kerja menumpuk. Dari segi insentive diketahui bahwa pemberian reward berdasarkan penilaian administrarif saja. Dari faktor evaluation diketahui bahwa evaluasi kinerja telah berjalan dengan baik sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh Kementrian Pertanian. Dari segi validity diketahui masih ada ketidakjelasan status THL-TBPPP untuk pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Dari segi environment diketahui bahwa ada kesulitan petugas dalam menyampaikan informasi karena kebanyakan petani masih enggan mengikuti penyuluhan jika tidak ada bantuan. Penulis menyarankan untuk meningkatkan pelatihan kepada penyuluh pertanian dalam hal penguasaan teknologi dan meningkatkan komunikasi dengan pemerintah pusat dan daerah agar ada kejelasan terkait segala kebutuhan operasional penyuluhan pertanian. Kata Kunci: Kinerja Individu, Penyuluh Pertanian, UPT-PPP Pacet
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi