
Skripsi
Pengendalian Pencemaran Sungai Cikapundung oleh Sub Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Air dan Tanah Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung
Skripsi ini menggambarkan hasil penelitian mengenai “Pengendalian Pencemaran Sungai Cikapundung Oleh Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Dan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170110110168 351 PIK 43/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 1) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 351 PIK 43/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 PIK 43/2015Tipe Isi textTipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Piki Sutanto Adi Saputra -
Skripsi ini menggambarkan hasil penelitian mengenai “Pengendalian Pencemaran Sungai Cikapundung Oleh Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Air Dan Tanah Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bandung” yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Lingkungan Hidup di Kota Bandung. Latar belakang penelitian didasarkan pada ketertarikan penulis terhadap permasalahan lingkungan yang terjadi di Kota Bandung khususnya sungai Cikapundung yang kondisi sungainya yaitu cemar berat, dan BPLH Kota Bandung mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan lingkungan dengan cara mengendalikan pencemaran sungai yang ada di Kota Bandung khususnya sungai Cikapundung. Penulis disini menemukan beberapa permasalahan mengenai pencemaran sungai tersebut yaitu tidak adanya standar atau SOP yang jelas bagi para pelaksana, 16 sungai prioritas masih tercemar, dan lemahnya tindakan korektif untuk pelanggar. Tujuan penelitan ini berkaitan dengan meneliti dan menganalisis bagaimana proses pengendalian dan kondisi sungai setelah dilakukan pengendalian pencemaran sungai oleh BPLH Kota Bandung. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori Malayu Hasibuan, menurut Hasibuan ada 3 tahap untuk keberhasilan dalam melaksanakan sebuah pengendalian yaitu : menentukan standar-standar, mengukur pelaksanaan yang telah dicapai, membandingkan pelaksanaan dengan standar, dan melakukan tindakan perbaikan terhadap penyimpangan. Adapun hipotesis yang diajukan yaitu Pengendalian Pencemaran Sungai Cikapundung Oleh Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Air Dan Tanah Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bandung akan berjalan dengan baik apabila memenuhi beberapa tahap seperti penentuan standar-standar, mengukur pelaksanaan yang telah dicapai, membandingkan pelaksanaan dengan standard dan tindakan perbaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan dan studi lapangan berupa obeservasi dan wawancara. Hasil penelitian dan pembahasan tetang Pengendalian Pencemaran Sungai Cikapundung Oleh Sub Bidang Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Air Dan Tanah Badan Pengelola Lingkungan Hidup Kota Bandung belum optimal dilaksanakan. Dikarenakan adanya kekurangan pada beberapa tahap pengendalian yang dikemukakan oleh Malayu Hasibuan, yaitu tahap menentukan standarstandar, dalam tahap ini masih belum sesuai dengan kondisi sungai yang ada. Tahap mengukur pelaksanaan yang telah dicapai, dalam tahap ini sudah cukup optimal. Tahap membandingkan pelaksanaan dengan standar, tahap ini sudah cukup optimal dengan hasil membandingkan yang flukluatif. Dan tahap terakhir tahap melakukan tindakan perbaikan terhadap penyimpangan, dalam tahap ini pemberian sanksi terhadap penyimpangan belum berjalan dengan optimal. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






