Skripsi
Kekuasaan Mediasi Indonesia dalam Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta
Bandar udara dapat menjadi salah satu tempat terjadinya praktik dari kekuasaan yang dimediasikan. Maka dari itu, perlu adanya identifikasi mengenai ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210140029 327 INT 61/2018 Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 2) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 INT 61/2018Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2018 Deskripsi Fisik xiii, 86 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Inta Yunita Nurhasanah -
Bandar udara dapat menjadi salah satu tempat terjadinya praktik dari kekuasaan yang dimediasikan. Maka dari itu, perlu adanya identifikasi mengenai kekuasaan mediasi Indonesia dalam terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta melalui beberapa aspek berikut, yaitu: Keamanan Bandara, Signifikansi Negara, Fungsional, dan Komersil imperative yang berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Teori dan konsep yang dipakai adalah soft power, Kekuasaan mediasi, dan bandar udara. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui catatan dokumen, pencarian di internet, serta observasi langsung ke objek penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan mediasi yang dapat dilihat melalui empat aspek, yaitu airport security, national signification, functionalism, dan commercial imperative terdapat pula di terminal 3 bandar udara internasional bandar udara Soekarno-Hatta yang dikelola oleh Angkasa Pura II.
Kata kunci : Angkasa Pura II, Bandar udara Internasional Soekarno-Hatta, Kekuasaan mediasi, Soft Power, Terminal 3.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






