
Skripsi
Analisis Pelayanan Magnetic Resonance Imaging dengan Metode Antrian pada RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
Rumah sakit harus dapat berfungsi sebagai rumah sehat yang melaksanakan kegiatan promotif bagi kesehatan pasien, staf rumah sakit, dan masyarakat di ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170610110090 651 FIK 109/2016 Perpustakaan Fisip Unpad Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 651 FIK 109/2016Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2016 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 651 FIK 109/2016Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Fikri Andra Restu -
Rumah sakit harus dapat berfungsi sebagai rumah sehat yang melaksanakan kegiatan promotif bagi kesehatan pasien, staf rumah sakit, dan masyarakat di wilayah cakupannya. Skripsi ini berjudul: “Analisis Pelayanan Magnetic Resonance Imaging dengan Metode Antrian Pada RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung” menguraikan penggunaan model antrian yang dapat membantu pihak rumah sakit dalam mengevaluasi dan menerapkan sistem operasional pelayanannya. Objek penelitian dalam menyusun skripsi ini adalah pelayanan magnetic resonance imaging, indikator variabel dari teori antrian ini adalah disiplin antrian, sifat populasi pelanggan, tingkat kedatangan, dan tingkat pelayanan. Pelaksanaannya terjadi di departemen radiologi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Hasil analisis dengan model sistem antrian pelayanan tunggal diperoleh bahwa jam kerja pelayanan mri adalah pada jam 08:00-15:00, dimana pada waktu tersebut rata-rata pasien yang dilayani sebanyak 7-8 pasien. Masalah kinerja sistem antrian adalah pada jumlah waktu kerja sehingga kuota yang mengantri untuk mendapat jadwal terjadi kepadatan, dan tidak sesuai dengan kapasitas pasien yang datang dengan kebutuhan penanganan yang cepat. Jam kerja (08:00-15:00) pasien yang mendapatkan jadwal pemeriksaan biasanya harus menunggu 3-4 bulan yang akan datang karena kapasitas pasien yang dapat dilayani hanya sebanyak 8 orang. Hasil perhitungan dengan melakukan penambahan satu jam waktu kerja diperoleh penambahan kuota pasien per hari yang dilayani menjadi sebanyak 9 orang dengan pengurangan waktu menunggu jadwal pemeriksaan selama 2 minggu lebih cepat. Kata Kunci: Antrian, Magnetic Resonance Imaging, Diagram Alir -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






