
Skripsi
Peran Kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) dalam Penanaman Investasi Asing di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tahun 2012-2013
Kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) merupakan kerjasama dengan pola segitiga pertumbuhan yang memiliki tujuan dalam ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170210110089 327 GEM 163/2015 Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 2) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 327 GEM 163/2015Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2015 Deskripsi Fisik xvi, 104 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Gembong Ikhwanan -
Kerjasama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) merupakan kerjasama dengan pola segitiga pertumbuhan yang memiliki tujuan dalam meningkatkan investasi di daerah perbatasan. Salah satunya dilaksanakan dalam program Implementation Blueprint tahun 2012-2016. Tujuannya untuk meningkatkan investasi inter maupun intra IMT-GT. Salah satunya mencakup Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) yang memiliki potensi sumber daya yang mampu menarik investor asing, termasuk investor di wilayah IMT-GT. Wilayahnya yang strategis juga menjadi fokus bagi kerjasama IMT-GT di Indonesia. Untuk itu, IMT-GT sebagai kerjasama sub-regional menjadi salah satu sarana yang mampu memfasilitasi investasi asing yang masuk ke Aceh. Namun muncul permasalahan yang menempatkan IMT-GT sebagai forum bicara saja. Maka diperlukan pembahasan mengenai peran IMT-GT dalam penanaman investasi asing di provinsi NAD tahun 2012-2013. Metode penelitian kualitatif deskriptif analisis yang memfokuskan pada interpretasi peneliti diambil sebagai proses dalam menghasilkan kesimpulan dari peran IMT-GT tersebut. Interpretasi peneliti didasarkan pada interpretasi mikro dari Kementerian Koordinator Perekonomian RI sebagai aktor utama dalam IMTGT, dan interpretasi makro melalui studi literatur serta penelitian-penelitian sebelumnya. Melalui metode tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa IMT-GT memiliki peran sebagai fasilitator penanaman investasi asing di provinsi NAD. Peran tersebut didukung dengan adanya pembangunan proyek-proyek strategis yang tertulis dalam program Implementation Blueprint tahun 2012-2016. Tujuannya untuk memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah yang nantinya akan mendukung pembangunan regional. Namun, kondisi struktural kerjasama dan konektivitas yang belum mendukung masih menjadi penghambat utama dalam kerjasama IMT-GT mendorong investasi asing di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
Kata kunci : Kerjasama Subregional, Neoliberalis Institusional, Investasi Asing, Konsep Segitiga Pertumbuhan, Aktor Subnasional.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






