Skripsi
Dinamika Politik Pencalonan Ajay-Ngatiyana dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Cimahi 2017-2022
Tulisan ini membahas pemilihan kepala daerah serentak yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 di Kota Cimahi. Terdapat 3 pasang calon yang ikut serta ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 170810140034 320 SIT 19/2018 Perpustakaan Fisip Unpad (Rak 8) Tersedia -
Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJudul Seri -No. Panggil 320 SIT 19/2018Penerbit FISIP Unpad : Bandung., 2018 Deskripsi Fisik xv, 63 hlm.; 29,7 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 320Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Desmond Yofristama Sitorus -
Tulisan ini membahas pemilihan kepala daerah serentak yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 di Kota Cimahi. Terdapat 3 pasang calon yang ikut serta dalam pemilihan tersebut, salah satunya pasangan Ajay-Ngatiyana yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan beserta partai koalisi lainnya. Dalam perjalannya, terdapat dinamika politik yang cenderung mengarah pada kartelisasi politik, yaitu proses pendaftaran, penjaringan dan penetepan pasangan calon. Kartelisasi ditandai dengan ditetapkannya pasangan calon yang berasal dari luar partai atau pasangan calon yang baru bergabung dengan partai. Kemunduran partai dalam menyiapkan kader terbaiknya untuk ikut serta dalam bursa pemilihan menjadi faktor pendukung terciptanya politik kartel di Kota Cimahi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dinamika politik yang terjadi pada pencalonan kepala daerah yang dilakukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sebagai partai pengusung. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara kepada pihak-pihak yang ikut andil dalam pemilihan kepala daerah dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan adanya kartelisasi politik pada pencalonan kepala daerah yang dilakukan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Terlihat dari proses pencalonan yang dilakukan PDI-Perjuangan dengan faktor finansial yang menjadi pilihan utama. Beberapa kader yang tidak terpilih dalam proses pencalonan juga menjadi faktor yang menunjukan adanya kartelisasi politik dalam pencalonan.
Kata kunci : dinamika politik, kaderisasi, kartelisasi politik, politik kartel.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






